BAB II LANDASAN TEORI A. Perkembangan Anak 1. Pengertian .

1y ago
65 Views
9 Downloads
238.74 KB
29 Pages
Last View : 4d ago
Last Download : 1m ago
Upload by : Nora Drum
Transcription

BAB IILANDASAN TEORIA. Perkembangan Anak1. Pengertian Perkembangan AnakAnak dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan dengan “ Turunanyang kedua atau manusia yang masih kecil”.1 Dari pengertian di atas bahwa anakmerupakan manusia yang masih kecil yang merupakan turunan kedua. Karenaanak merupakan manusia kecil tentu ia masih dapat tumbuh dan berkembang baikdari segi fisik maupun psikis.Selanjutnya anak dipandang sebagai manusia dewasa dalam bentuk-bentukukuran kecil, untuk memberi pemahaman yang jelas berikut ini dikemukakan olehA. Muri Yusuf dalam bukunya pengantar ilmu pendidikan bahwa “Anak adalahmanusia kecil yang sedang tumbuh dan berkembang baik fisik maupun mental”.2Dari pendapat di atas dapat dipahami bahwa anak merupakan manusia kecil yangmengalami pertumbuhan dan perkembangan baik fisik maupun mental.Kemudian dalam proses perkembangannya, Anak sebagai subjek yangsedang tumbuh dan berkembang. Hal ini sesuai dengan pendapat Siti Partinisuardinan bahwa:“Pada dasarnya anak merupakan subyek yang sedang tumbuh danberkembang.sejak saat konsep di mana sel sperma laki-laki membuahi ovum diuterus sampai saat kematian. Organisme terus menerus mengalami pertumbuhandan perkembangan. Pada masa awal kehidupannya pertumbuhan itu bersifat sanga1Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia,(Jakarta : BalaiPustaka, 1989), hlm.50.2Muri Yusuf, Pengantar Ilmu Pendidikan (Jakarta: Ghalia Indonesia,1982),hlm.3917

cepat dan mencolok dari tiga berdaya sama sekali melalui tahap merangkak,berdiri dan akhirnya berjalan dapat dicapai dalam waktu 1-2 tahun”.3Dengan adanya ketidak berdayaan dan belum mengenal apa-apa makaanak dapat diserahkan atau dijadikan baik atau buruk oleh orang dewasa lainnyakhususnya orang tua. Dengan demikian, anak merupakan manusia yang masihkecil yang berada pada taraf perkembangan. Dimana awal kehidupannya ia tidakberada, tidak mengenal sesuatu apapun sehingga dapat diarahkan kepadaperbuatan dan perkembangan yang positif atau negatif.Batasan umur anak menurut Zakiah Darajat yaitu anak adalah suatuperkembangan yang berkisar antara 0.0-12.0 tahun.4Dengan demikian dapatdisimpulkan bahwa batasan umur usia anak dari masih bayi sampai 12 tahun.Perkembangan merupakan perubahan yang terus menerus dialami, tetapiia menjadi kesatuan. Perkembangan berlangsung dengan perlahan-lahan melaluimasa demi masa.5Perkembangan dapat diartikan sebagai proses perubahankuantitatif dan kualitatif individu dalam rentang kehidupannya, mulai dari masakonsepsi, masa bayi, masa kanak-kanak, masa anak, masa remaja, sampai masadewasa.6Dari penjelasan di atas, dapat kita pahami bahwa Perkembangan dapatdiartikan sebagai proses perubahan kuantitatif dan kualitatif individu dalamrentang kehidupannya, mulai dari masa konsepsi, masa bayi, masa kanak-kanak,3Siti Partini Suardiman, Psikologi Pendidikan Studing ( Yogyakarta: Andi Offset,1988),hlm.184Zakiah Darajat, Ilmu Jiwa Agama (Jakarta: Bulan Bintang,1978), hlm.74Zulkifli L, Psikologi Perkembangan (Bandung: PT Remaja Rosdakarya,1986). hlm.136Syamsul Yusuf L.N. Perkembangan Peserta Didik (Jakarta : PT Rajagrafindo Persada,2013).5Hlm.118

masa anak, masa remaja, sampai masa dewasa. Dan perkembangan merupakanperubahan yang terus menerus dialami, tetapi ia menjadi kesatuan.2. Periode Perkembangan tauberkesinambungan melalui periode atau masa. menurut Santrock (2010) periodeperkembangan itu terdiri atas tiga periode yaitu anak (childhood), remaja(adolescence), dan dewasa (adulthood).7 Adapun priode anak itu diklasifikasi lagimenjadi beberapa periode, yaitu:a. Periode Sebelum Kelahiran ( Pranatal)Karakteristik atau ciri psikologis anak pada masa ini, menurut KartiniKartono, ciri-ciri yang sangat menonjol pada periode ini yaitu:1) proses pertumbuhan yang cepat sekali. Bayi yang baru lahir dan sehatdengan cepat akan belajar menyesuaikan diri dengan alam lingkungannyadan melakukan tugas perkembangan tertentu;2) Kemampuan mental dan daya akalnya pad umumnya berkembang lebihcepat dari kemampuan fisiknya;3) Perkembangan kehidupa emosional bayi akan berkembangan sesuaidengan pengaruh-pengaruh psikis ibunya. Jadi ada penularan emosionaldari kaitan emosional yang amat kuat anatara ibu dan anaknya;4) Bayi yang baru lahir, menggunakan sebagian waktunya untuk tidur.Dengan bertambahnya usia bayi, waktu untuk istirahat dan tidur semakinberkurang dan berubah jadwalnya.8b. Masa Bayi (Infacy)Periode bayi merupa masa perkembangan yang merentang dari kelahiranhingga 18 atau 24 bulan. Masa ini di tandai dengan ciri sebagai berikut:1) Masa dasar pembentukan pola perilaku, sikap, dan ekspresi emosi;7Syamsul Yusuf L.N Ibid., hlm.9.Kartini Kartono, Psikologi Anak (Psikologis Perkembangan) (Bandung: MandarMaju,1995), hlm.78-101819

2) Masa pertumbuhan dan perubahan berjalan cepat, baik pisik maupunpsikologis;3) Masa kurangnya ketergantungan;4) Masa meningkatnya individualitas, yaitu saat bayi mengembangkan halhal yang sesuai dengan minat dan kemampuannya;5) Masa permulaan sosialisasi;6) Masa permulaan berkembangnya penggolongan peran seks, seperti terkaitdengan pakaian yang di pakaikannya;7) Masa yang menarik, baik bentuk fisik maupun perilakunya;8) Masa permulaan kreativitas;9) Masa berbahaya, baik fisik (seperti kecelakaan) atau psikologis (karenaperlakuan yang buruk). 9c. Masa Awal Anak-Anak ( Early Childhood).Periode awal anak adalah periode perkembangan yang merentang darimasa akhir bayi hingga usia 5 atau 6 tahun: periode ini kadang-kadang disebutjuga tahun-tahun pra sekolah “pre school years”. Selama masa ini, anakbelajar untuk menjadi lebih mandiri dan memerhatikan dirinya. Merekamengembangkan kesiapan sekolah (seperti mengikuti perintah dan mengenalhuruf) dan menghabiskan banyak waktu untuk bermain dengan -tahunanakpertamamerupakan saat yang kritis bagi perkembangan anak. Hal ini seperti yangdikatakan oleh peribahasa “ guru kencing berdiri, murid kencing berlari”.Dengan cara yang lebih puitis, Milton menyatakan fakta yang sama saat ia9Syamsul Yusuf L.N Op-Cit., hlm 11.Ibid., hlm 12.1020

menulis, ”masa kanak-kanak meramalkan masa dewasa, sebagaimana pagimeramalkan hari baru.” 11Dari penjelasan di atas menujukkan bahwa Masa awal anak-anakadalah periode perkembangan yang merentang dari masa akhir bayi hinggausia 5 atau 6 tahun. periode ini kadang-kadang disebut juga tahun-tahun prasekolah “ preschool years”. Dan tahun-tahun pertama ini merupakan saatyang kritis bagi perkembangan anak. Maka orang tuanyalah yang sangatberperan penting pada masa ini untuk memebrikan contoh yang baik kepadaanaknya.d. Masa Pertengahan dan Akhir Anak (Midle and Late Childhood).Periode ini adalah masa perkembangan yang terentang dari usia sekitar6 hingga 10 atau 12 tahun. Masa ini sering juga disebut tahun-tahun sekolahdasar. Anak pada masa ini sudah menguasai keterampilan dasar menbaca,menulis,dan matematik ( istilah populernya CALISTUNG : baca,tulis, danhitung). Yang menjadi tema sentral perode ini adalah prestasi danperkembangan pengendalian diri.123. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangana. Hereditas mayangmempengaruhiperkembangan individu. Dalam hal ini hereditas diartikan sebagai “totalitaskarakteristik individu yang diwariskan orang tua kepada anak, atau segala11Elizabeth B. Hurlock, Perkembangan Anak ( Jakarta: Erlangga,1978). Hlm.25.Syamsul Yusuf L.N Op-Cit.,hlm 121221

potensi, baik fisik maupun psikis yang dimiliki individu sejak masa konsepsi(pembuahan ovum oleh sperma) sebagai pewaris dari pihak orang tua melaluigen-gen.13Dari penjelasan di atas menggambarkan bahwa orang tua adalah faktorpertama yang sangat mempengaruhi perkembangan anak. Sebab orangtualahyang mewarisi kepada anak segala potensi, baik fisik maupun psikis yangdimiliki individu sejak masa konsepsi (pembuahan ovum oleh sperma).b. Faktor LingkunganLingkungan adalah “keseluruhan fenomena (peristiwa situasi ataukondisi) fisik/alam atau sosial yang memengaruhi atau dipengaruhiperkembangan individu”. Faktor lingkungan yang dibahas pada paparanberikut adalah lingkungan keluarga, sekolah.1. Lingkungan KeluargaLingkungan keluarga sangat penting dipandang sebagai faktor penentuutama terhadap perkembangan anak. Dalam salah satu hadits yangdiriwayatkan oleh Imam Bukhari, Rasulullah SAW bersabda:“Tiap bayi lahir dalam keadaan fitrah (suci). Orang tuanyalah yangmembuat ia yahudi ( jika mereka yahudi), Nasrani ( jika mereka nasrani),Majusi (jka mereka majusi). Seperti binatang yang lahir sempurna, adakahengkau melihat terluka pada saat lahir”.14Dari hadis di atas menunjukan bahwa peran orang tua sangatlahpenting karena dipandang sebagai faktor penentu utama terhadap13Syamsu Yusuf LN, Psikologi Perkembangan Anak & Remaja ( Bandung: PT RemajaRosdakarya,2009). Hlm. 31.14Syamsul Yusuf L.N. Perkembangan Peserta Didik , Op-Cit., hlm 2322

perkembangan anak dan orangtua pulalah yang menjadikan anaknyaYahudi,Nasrani,dan Majusi.Orang tua mempunyai peranan sangat penting bagi tumbuhkembangnya anak sehingga menjadi seorang pribadi yang sehat,cerdas,terampil, mandiri,dan berakhlak mulia. Seiring perjalanan hidupnyayang diwarnai faktor internal (kondisi fisik, psikis,dan moralitas anggotakeluarga) dan faktor eksternal (perkembangan sosial budaya), maka setiapkeluarga memiliki perubahan yang beragam.Ada keluarga yang semakin kokoh dalam menerapkan fungsifungsinya (fungsional-normal) sehingga setiap anggota merasa nyamandan bahagia (baitii jannatii rumahku surgaku); dan ada juga keluargayang mengalami broken home, keretakan atau ketidak harmonisan(disfungsional-tidak normal) sehingga setiap anggota keluarga merasatidak bahagia ( baitii naarii rumahku nerakaku).152. Lingkungan sekolahSekolah merupakan lembaga pendidikan formal yang secarasistematis melaksanakan program bimbingan, pengajaran, dan latihandalam rangka membantu siswa agar mampu mengembangkan potensinya,baik yang menyangkut aspek moral-spiritual, intelektual, emosional,maupun sosial.Mengenai peran sekolah dalam megembangkan kepribadian anak,Hurlock mengemukakan bahwa sekolah merupakan faktor penentu bagi15Syamsul Yusuf L.N. Perkembangan Peserta Didik , Ibid ., hlm. 2623

perkembangan kepribadian anak (siswa), baik dalam cara berfikir,bersikap maupun cara berprilaku.16Menurut penjelasan di atas serta menurut Hurlock jelaslah bahwaSekolah merupakan lembaga pendidikan formal yang secara sistematismelaksanakan program bimbingan, pengajaran, dan latihan dalam rangkamembantu siswa agar mampu mengembangkan potensinya, baik yangmenyangkut aspek moral-spiritual, intelektual, emosional, maupun sosial.Serta merupakan faktor penentu bagi perkembangan kepribadian anak(siswa), baik dalam cara berfikir, bersikap maupun cara berprilaku.4. Karakteristik Perkembangan Anak Usia Sekolaha. Perkembangan fisik-motorikPertumbuhan adalah suatu proses perubahan psikologis yang bersifatprogresif dan kontinu serta berlangsung pada priode tertentu. Pertumbuhanitu meliputi perubahan progresif yang bersifat internal maupun eksternal.Perubahan internal antara lain, meliputi perubahan ukuran alat pencernaanmakanan, bertambahnya besar dan berat jantung dan paru-paru sertabertambah sempurnannya sistem kelenjar endoktrin/kelamin dan berbagaijaringan tubuh.adapun perubahan ekternal meliputi bertambahnya tinggibadan, bertambahnya lingkaran tubuh perbandingan ukuran panjang dan lebar16Syamsu Yusuf LN, Psikologi Perkembangan Anak & Remaja , Op-Cit., hlm.54.24

tubuh, ukuran besarnya organ seks, dan munculnya atau tumbuhnya tandatanda kelamin sekunder.17Adapun yang dimaksud dengan motorik ialah segala sesuatu yang embaganmotoris,unsur-unsur yang menentukan ialah otot,saraf, dan otak. Ketiga unsuritu melaksanakan masing-masing peranannya secara “interaktif positif”,artinya unsur-unsur yang satu saling berkaitan saling berkaitan, salingmenunjang, saling melengkapi dengan unsur yang lainnya untuk mencapaikondisi motoris yang lebih sempurna keadaannya . selain mengandalkankekuatan otot, rupanya kesempurnaan otak juga turut menetukan keadaan. 18Dari penjelasan di atas menggambarkan Perkembangan fisik adalahsuatu proses perubahan psikologis yang bersifat progresif dan kontinu danberlangsung pada priodetertentu. Pertumbuhan itu meliputi perubahanprogresif yang bersifat internal maupun eksternal. Sedangkan motorik ialahsegala sesuatu yang ada hubungannya dengan gerakan-gerakan tubuh.b. Perkembangan intelektualPada usia sekolah dasar (6-12 tahun) anak sudah dapat mereaksirangsangan intelektual, atau melaksanakan tugas-tugas belajar yang menuntutkemampuan intelaktual atau kemampuan kognitif (seperti: membaca, menulis,dan berhitung). Sebelum masa ini, yaitu masa prasekolah, daya pikir anakmasih bersifat imajinatif, berangan-angan(berkhayal), sedang pada usia SD17Mohammad Ali, Psikologi Remaja Perkembangan Peserta Didik (Jakarta: PT. BumiAksara,2012). hlm. 20.18Zulkifli L, Op-Cit., hlm.31.25

daya berfikirnya sudah berkembang kearah berfikir konkret dan rasional(dapat diterima akal).19c. Perkembangan Emosi.Emosi memainkan peran yang sedemikian penting dalam kehidupan,maka penting diketahui bagaimana perkembangan dan pengaruh emositerhadap penyesuaian pribadi dan sosial. Sebenarnya kemampuan untukbereaksi secara emosional sudah ada pada bayi yang baru lahir. Gejalapertama perilaku emosional adalah keterangsangan umum terhadap stimulasiyang kuat. Keterangsangan yang berlebih-lebihan ini tercermin dalamaktivitas yang banyak pada bayi yang baru lahir. Meskipun demikian, padasaat bayi baru lahir, bayi tidak memperlihatkan reaksi yang secara jelas dapatdinyatakan sebagai keadaan emosional yang spesifik.20Bahkan sebelum bayi berusia satu tahun, ekspresi emosional diketahuiserupa dengan ekspresi dengan orang dewasa. Bayi menunjukkan berbagaimacam reaksi emosionalyang semakin banyak antara lain kegembiraan,kemarahan,ketakutan, dan kebahagiaan. Reaksi ini dapat ditimbulkan dengancara memberikan berbagai macam rangsangan yang meliputi manusia sertaobyek dan situasi yang tidak efektif bagi bayi yang lebih muda.Meningkat usia anak, reaksi emosional mereka menjadi kurangmenyebar, kurang sembarangan, dan lebih dapat dibedakan. Sebagai contoh ,anak yang lebih muda memperlihatkan ketidak senangan semata-mata dengan1920Syamsu Yusuf L.N. Op-Cit., hlm. 178Elizabeth B. Hurlock, Op-Cit.,hlm. 210.26

menjerit dan menangis. Kemudian reaksi mereka semakin bertambah yangmeliputi perlawanan, melemparkan benda, mengejangkan tubuh, larimeghindar, bersembunyi, dan mengeluarkan kata-kata. Dengan bertambahnyaumur, maka reaksi yang berwujud bahasa meningkat, sedangkan reaksi gerakotot berkurang.21Dari penjelasan di atas menunjukan bahwa Sebenarnya kemampuanuntuk bereaksi secara emosional sudah ada pada bayi yang baru lahir. Bayimenunjukkan berbagai macam reaksi emosional yang semakin banyak antaralain kegembiraan, kemarahan,ketakutan, dan kebahagiaan. Maka dalam hal iniorang tuanyalah yang berperan penting untuk mengarahkan emosi anaknyakearah yang positif.d. Perkembangan MoralIstilah moral berasal dari kata latin „mos” (moris) yang berarti adatistiadat, kebiasaan, peraturan/nilai-nilai atau tatacara kehidupan. Sedangmoralitas merupakan kemampuan untuk menerima dan melakukan peraturan,nilai-nilai atau prisip-prinsip moral. Nilai-nilai moral itu seperti (a) seruanuntuk berbuat baik kepada orag lain, memelihara ketertiban dan keamanan,memelihara kebersih dan memelihara hak orang lain, dan (b) dan laranganmencuri, berzina,memebunuh, meminum-minuman keras dan berjudi.Seorang dapat dikatakan bermoral, apabila tingkah laku orang tersebut sesuaidengan nilai-nilai moral yang dijunjung tinggi oleh kelompok sosial.21Ibid., hlm.212.27

Perkembangan moral seorang anak banyak dipengaruhi olehlingkungannya. Anak memperoleh nilai-nilai moral dari lingkungannya,terutama dari orangtuanya. Dalam mengembangkan moral anak peran orangtua sangatlah penting terutama pada waktu anak masih kecil.22Moralitas merupakan kemampuan untuk menerima dan melakukanperaturan, nilai-nilai atau prisip-prinsip moral. Seorang dapat dikatakanbermoral, apabila tingkah laku orang tersebut sesuai dengan nilai-nilai moralyang dijunjung tinggi oleh kelompok sosial.e. Perkembangan Kesadaran BeragamaSalah satu kelebihan manusia sebagai makhluk Allah SWT, adalah diadianugerahi fitrah(perasaan dan kemampuan) untuk mengenal allah danmelakukan ajaran-Nya. Dalam kata lain manusia dikarunia instingreligius(naluri beragama). Karena memiliki fitrah ini manusia dijuluki sebagai“Homo Devinans”, dan “Homo Religious”.Yaitu makhluk yang betuhan danberagama.Fitrah beragama ini merupakan disposisi (kemampuan dasar) yangmengandung kemungkinan atauberpeluang untuk berkembang. Namun,mengenai arah dan kualitas perkembangan beragama anak sangat bergantungkepada proses pendidikan yang diterimanya. Hal ini sebagaimana yang telahdinyatakan oleh Nabi Muhammadkeadaanfitrah,hanyakarenaSaw: “setiap anak dilahirkan dalamorangtuanyalah,anakitumenjadiyahudi,nasrani, atau majusi”. Hal ini mengisyaratkan bahwa faktor22Syamsu Yusuf LN. Op-cit.,hlm.132-13328

lingkungan terutama keluarga sangat berperan dalam mempengaruhiperkembangan fitrah keberagamaan anak.Dari penjelasan di atas dapat kita pahami bahwa, kelebihan manusiasebagai makhluk Allah SWT, adalah dia dianugerahi fitrah(perasaan dankemampuan) untuk mengenal allah dan melakukan ajaran-Nya. Fitrahberagama ini merupakan disposisi (kemampuan dasar) yang mengandungkemungkinan atau berpeluang untuk berkembang. Namun, mengenai arahdan kualitas perkembangan beragama anak sangat bergantung kepada prosespendidikan yang diterimanya. Dalam hal ini keluarga sangat berperan dalammempengaruhi perkembangan fitrah keberagamaan anak.B. Anak Putus enulismembahasnya sebagai berikut:1. Pengertian Anak Putus SekolahPengertian anak putus sekolah menurut Mas‟ud Khasan Abd Qoharadalah: anak yang tidak bisa melanjutkan sampai tamat oleh karenakekurangan biaya atau hal-hal yang lainnya.23 Selanjutnya dijelaskan olehMuri Yusuf yaitu: “ Putus sekolah (drop out) adalah anak yang keluar darisuatu sistem pendidikan sebelum mereka menamatkannya sesuai denganjenjang dari sistem persekolahan tersebut”.242324Abd. Qohar, kamus ilmiah populer ( jakarta:Bintang Pelajar,1989), hlm.75.Muri Yusuf, Ekonomi Dan Pembiayaan Pendidikan ( Bandung: Rosda Karya,1982), hlm. 629

Menurut Soepartinah Pakasi bahwa: putus sekolah merupakankejadian dimana anak tidak mampu menamatkan tingkat pendidikan atausekolah yang ditempuh”.25Dijelaskan lebih lanjut Anak putus sekolah merupakan predikat yangdiberikan kepada mantan peserta didik yang tidak mampu menyelesaikansuatu jenjang pendidikan, sehingga tidak dapat melanjutkan studinyakejenjang pendidikan berikutnya. Misalnya seorang warga masyarakat/anakyang hanya mengikuti pendidikan di sekolah dasar (SD) sampai kelas 5(lima), disebut sebagai putus sekolah SD belum tamat SD/ tanpa STTB).Demikian juga seorang warga masyarakat yang ber-STTB SD kemudianmengikuti pendidikan di SMP sampai kelas 2 (saja), disebut putus sekolahSMP, dan seterusnya.Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa putussekolah merupakan kondisi anak yang tidak mampu melanjutkan tingkatpendidikan atau keluar dari sekolah sebelum waktunya, dikarenakan beberapafaktor internal dan eksternal anak seperti biaya, kurang minat anak terhadapilmu pengetahuan, kurangnya pemahaman orang tua terhadap nilaipendidikan.Dengan demikian keadaan ini memerlukan pemecahan khusus karenaanak merupakan cikal bakal generasi penerus bangsa yang meneruskanperjuangan negara dalam mengisi kemerdekaan.25Soepartinah Pakasi, Anak Dan Perkembangannya (Jakarta: Gramedia,1985), hlm.430

2. Penyebab Anak Putus SekolahPutus sekolah merupakan suatu kegagalan di alami oleh anak padajenjang pendidikannya dan merugikan bagi d

13 Syamsu Yusuf LN, Psikologi Perkembangan Anak & Remaja ( Bandung: PT Remaja Rosdakarya,2009). Hlm. 31. 14 Syamsul Yusuf L.N. Perkembangan Peserta Didik , Op-Cit., hlm 23 . 23 perkembangan anak dan orangtua pulalah yang menjadikan anaknya Yahudi,Nasrani,dan Majusi. Or