Perilaku Organisasi Positif Dalam Kinerja

11m ago
54 Views
9 Downloads
1.33 MB
273 Pages
Last View : 23d ago
Last Download : 1m ago
Upload by : Kamden Hassan
Transcription

Perilaku Organisasi PositifDalam KinerjaSebuah Konsep dan Teorii

ii

Perilaku Organisasi Positifdalam KinerjaSebuah Konsep dan TeoriYudithiaMahadiansariii

Perilaku Organisasi Positif dalam KinerjaSebuah Konsep dan TeoriYudithia, Mahadiansar Yudithia, Mahadiansar 2019Editor : AlfiandriDesain Sampul: Mahadiansarxii, 260 hlm, 15,5 cm x 23,5 cmCetakan 1, Maret 2019Hak Penerbitan pada UMRAH Press, TanjungpinangKantor:Kampus Universitas Maritim Raja Ali Haji, Gedung RektoratLantai III Jl. Dompak, Tanjungpinang - Kepulauan Riau29111Telp/Fax : (0771) 7001550 – (0771) 7038999, 4500091E-mail: [email protected]/[email protected] cipta dilindungi Undang-Undang.Dilarang mengutip atau memperbanyak sebagian atauseluruh isi buku ini tanpa ijin tertulis dari PenerbitISBN : 978-602-5603-32-7iv

Kata PengantarAlhamdulilah, segala puji bagi Allah, Tuhan YangMaha Esa atas karunia rahmat, taufik dan hidayah-Nyakepada kita sekalian sehingga sampai saat ini kita masih bisamenjalankan tugas-tugas kita sebagai khalifatul fil ardhy,pemimpin dimuka bumi. Dengan mengucapkan shalawatallahumma solli ‗ala Muhammad wa ala ali Muhammad teruskita sampaikan kepada junjungan alam Baginda NabiMuhammad SAW yang telah berjuang tanpa mengenal lelahuntuk menyampaikan ilmu pengetahuan untuk mencerdaskanbangsa.Dalam penyusunan buku Perilaku Organisasi PositifDalam Kinerja, penulis ingin menyampaikan konsep sesuaidengan studi kasus dan beberapa teori ilmiah yang digunakanserta referensi untuk dapat menyelesaikan buku ini. PerilakuOrganisasi Positif yang penulis harapkan buku ini dapatmemberikan wawasan kepada membaca dalam upayamengoptimalisasi terhadap perilaku sehari - hari dalammenjalankan kinerjanya sebagai tanggung jawab untukmenjadi karakter yang lebih baik. Akhirnya semoga buku inidapat memberikan sumbangan bagi wacana serta wawasan,mengindentifikasi Perilaku Organisasi Positif dalam Kinerjabagi khusus masyarakat bermanfaat bagi mereka pok lainnya. Segala masukan dan saran terhadap bukuv

ini akan diterima dengan baik agar buku ini dapatdisempurnakan dikemudian hari.Tanjungpinang, 10 Maret 2019Penulisvi

Daftar IsiKata PengantarvDaftar IsiviiDaftar TabelxiBAB I. Pendahuluan11.1.Urgensi Perilaku Organisasi31.1.1. Gerakan Psikologi Positif51.1.2. Dinamika Kualitas Kinerja101.2.Dampak Eksistensi Perilaku Organisasi121.2.1. Perilaku Organisasi Positif121.2.2. Peningkatan Kualitas Kinerja151.3.Kesimpulan19BAB II. Dialektika Teoritis2.1.21Tinjauan Perilaku Organisasi Positif232.1.1. Sebuah Pandangan Ekslusif232.1.2. Penemuan Para Ahli dari Masa ke Masa262.2.Tinjauan Kinerja332.2.1. Pengertian Kinerja Para Ahli332.2.2. Pengukuran Kinerja362.2.3. Indikator Kinerja372.3.Dirkusus Kinerja432.3.1. Definisi Kinerja432.3.2. Kinerja sebagai Konsep Dinamis462.3.3. Kinerja sebagai Kontrol482.3.4. Perspektif pada Kinerja54vii

2.3.5. Kriteria dan Faktor Kinerja2.4.Kesimpulan73BAB III. Pendekatan Perilaku Organisasi Positif3.1.70Percaya Diri75773.1.1. Definisi dan Para Ahli773.1.2. Faktor Pembentuk Kepercayaan Diri823.1.3. Macam-Macam Percaya Diri853.1.4. Ciri-Ciri Percaya Diri873.2.Harapan1013.2.1. Lahirnya Teori Harapan1013.2.2. Definisi Harapan1053.2.3. Model-Model Harapan1113.2.4. Korelasi Harapan dan Psikologi Positif1153.3.Optimisme1173.3.1. Definisi Para Ahli1173.3.2. Konsep Optimisme1183.3.3. Aspek-Aspek Optimisme1223.4.Ketahanan1243.4.1. Pengertian dan Definisi Para Ahli1243.4.2. Teori Ketahanan dalam Pendekatan1273.4.3. Fenomena dalam Ketahanan1383.5.Kecerdasan1563.5.1. Menurut Para Ahli1563.5.2. Kecerdasan Buatan1573.5.3. Kecerdasan Emosional159viii

3.5.4. Kecerdasan Spritual1633.5.5. Kecerdasan Intelektual1673.5.6. Kecerdasan Moral1703.6.Kesimpulan178BAB IV. Pendekatan Model Kinerja1794.1.Gambaran Umum Pendekatan1814.2.Relevansi Kinerja dalam individu1874.3.Kinerja sebagai Multidimensional1894.3.1. Kinerja Tugas1894.3.2. Kinerja Kontekstual1914.3.3. Perilaku Kerja Kontraproduktif1934.4.Kesimpulan195BAB V. Studi Perilaku Organisasi Positif dan Kinerja diRSUD Provinsi KEPRI1975.1.Latar Belakang1995.2.Rumusan Masalah2005.3.Tujuan dan Kegunaan2005.4.Metode Penelitian2015.4.1. Jenis Penelitian2015.4.2. Lokasi Penelitian2025.4.3. Populasi dan Sampel2035.5.Hasil Penelitian dan Pembahasan2055.5.1. Karakteristik Responden2055.5.2. Perilaku Organisasi Positif Pegawai2065.5.3. Kinerja Pegawai209ix

5.6.Kesimpulan211Daftar Pustaka213Indeks229Glosarium241Biodata Penulis259x

Daftar TabelTabel II. 1 Berdasarkan Perkembangan Studi32Tabel II. 2 Model Kontrol Kinerja50Tabel II. 3 Perspektif Kinerja55Tabel III. 1 Skema Umpan Maju-Balik Umpan112Tabel V. 1 Ukuran Populasi dan Sampel205xi

xii

Perilaku Organisasi Positif dalam KinerjaSebuah Konsep dan TeoriBAB I.PendahuluanYudithia & Mahadiansar 1

Perilaku Organisasi Positif dalam KinerjaSebuah Konsep dan Teori2 Yudithia & Mahadiansar

Perilaku Organisasi Positif dalam KinerjaSebuah Konsep dan Teori1.1. Urgensi Perilaku OrganisasiMemahami perilaku orang dalam organisasi kinidianggap penting dalam sehari - hari karena perhatianpimpinan ataupun manajemen seperti: produktifitas karyawanmaupun pegawai dari kuantitas hingga kualitas kehidupankerja, tekanan pekerjaan dan kemajuan karir terus menjadiperhatian dan perbincangan. Berkaitan dengan hal ini, berikutbeberapa alasan kenapa mempelajari perilaku organisasi saatini merupakan sebuah kebutuhan:1. Perilaku organisasi merupakan suatu cara berpikir.Perilaku dipandang perlu beroperasi pada tingkat individu,kelompok, dan organisasi. Pendekatan ini menyarankanbahwa untuk mempelajari perilaku organisasi harusmelakukan identifikasi dengan jelas tingkat analisaindividu, kelompok, maupun organisasi.2. Perilaku organisasi merupakan multidisiplin. Ilmu inimenggunakan prinsip, model, teori, metode dari berbagaidisiplin ilmu yang lain. Studiperilaku organisasibukanlah disiplin ilmu yang dapat diterima secara umumdengan teoritis yang mantap. Studi ini merupakan bidangilmu yang baru mulai akan tumbuh serta ada upayamengalami perkembangan tahapan dan dampak.3. Terdapat orientasi humanistic yang tampak jelas dalamperilaku organisasi. Orang dan sikap, persepsi kapasitasYudithia & Mahadiansar 3

Perilaku Organisasi Positif dalam KinerjaSebuah Konsep dan Teoripembelajaran, perasaan, serta tujuan merupakan halpenting bagi organisasi.4. Bidang orientasi perilaku organisasi berorientasi dalamkinerja. Hal ini merupakan persoalan penting yangdihadapi oleh para manajer: mengapa kinerja tinggimaupun sebaliknya rendah, cara meningkatkan kinerja,pentingnya melakukan pelatihan dan pengembangan, danlain-lain.5. Bidang prilaku organisasi sangat bergantung pada disiplinyang sangat di akui, hadir peran metode ilmiah dalammempelajari variabel dan hubungan sering nelitian yang mengenai perilaku organisasi, serangkaianbeberapa prinsip dan petunjuk mengenai apa yangmembentuk penelitian yang baik telah muncul.6. Bidang perilaku organisasi memiliki orientasi penerapanyang jelas bidang ini berkaitan dengan pencarian akanjawaban yang berguna bagi pertanyaan yang munculdalam konteks pengelolaan organisasi.Organisasi merupakan suatu perkumpulan orang yangmemilki tujuan bersamauntuk memenuhikebutuhanhidupnya. Perilaku organisasi merupakan pembelajarantentang suatu sifat / karakteristik individuyang terciptadilingkungan suatu organisasi. Karena manusia berbedakarakteristik, maka perilaku organisasi berguna4 Yudithia & Mahadiansaruntuk

Perilaku Organisasi Positif dalam KinerjaSebuah Konsep dan Teorimengetahui sifat individu dalam berkinerja suatu organisasi.Pembelajaran perilaku organisasi akan mengetahui norganisasi. Perilaku Organisasi adalah suatu upaya disiplinilmu yang mempelajari bagaimana seharusnya perilakutingkat individu, tingkatkelompok, serta dampaknyaterhadap kinerja (baik kinerja individual, kelompok, maupunorganisasi).Perilaku organisasi juga dikenal sebagai Studi tentangorganisasi. Studi ini adalah sebuah bidang telah akademikkhusus yang mempelajari organisasi dengan memanfaatkanbeberapa metode-metode dari ekonomi, sosiologi, ilmupolitik, antropologi dan psikologi. Disiplin-disiplin lain yangterkait dengan studi ini adalah studi tentang Sumber dayamanusiadan gerakan psikologi positif serta dinamikakualitas kinerja yang akan di hadapi dalam kehidupan seharihari. Berikut penjelasannya1.1.1. Gerakan Psikologi PositifGerakan Psikologi yang berkembang dewasa inidapat disebut sebagai psikologi "negatif", karena berkutatpada sisi-negatif manusia. Psikologi, karena itu palingmerasa benar hanya menawarkan terapi atas masalahmasalah kejiwaan. Padahal, manusia tidak hanya hagiaan. Adakah psikologi jenis lain yang menjawabYudithia & Mahadiansar 5

Perilaku Organisasi Positif dalam KinerjaSebuah Konsep dan Teoriharapan ini? Martin Seligman, seorang psikolog pakarstudi optimisme, memelopori revolusi dalam bidangpsikologi melalui gerakan Psikologi Positif. Berlawanandengan psikologi negatif, sains baru ini mengarahkanperhatiannya pada sisi-positif manusia, mengembangkankemungkinan potensi-potensi kekuatan dan kebajikansehingga membuahkan kebahagiaan yang autentik danberkelanjutan.Dalam buku revolusioner yang ditulis dengan gayapopuler ini, Seligman memperkenalkan prinsip-prinsipdasar Psikologi Positif, ciri-ciri kebahagiaan yang autentikdan faktor-faktor pendukungnya. Dengan metode-metodepraktis yang dirumuskannya, anda dapat memanfatkantemuan-temuan terbaru dari sains kebahagiaan untukmengukur dalam upaya mengembangkan kebahagiaandalam hidup kita. Psikologi positif adalah cabang barupsikologi yang bertujuan diringkas pada tahun 2000 olehMartin Seligman dan Mihaly Csikszentmihalyi. Beberapapeneliti percaya bahwa psikologi positif akan munculfungsi manusia yang mencapai pemahaman ilmiah danefektif untuk membangun berkembang dalam individu,keluarga, dan masyarakat.Psikologi positif mencari untuk mencari danmembina jenius dan bakat dan untuk membuat kehidupannormal lebih memuaskan tidak hanya untuk mengobati6 Yudithia & Mahadiansar

Perilaku Organisasi Positif dalam KinerjaSebuah Konsep dan Teoripenyakit mental. Pendekatan ini telah menciptakan banyakmenarik disekitar subjek, dan pada tahun 2006 studi diUniversitas Harvard yang berjudul "Psikologi Positif"menjadi kursus semester yang paling populer pada saat itu.Beberapa Psikolog Humanistik, seperti Abraham Maslow,Carl Rogers, dan Erick Fromm mengembangkan teori danpraktek yang melibatkan kebahagiaan manusia. Baru-baruiniteoriyang dikembangkan oleh parapsikologhumanistik ini telah menemukan dukungan empiris daristudi oleh para psikolog positif, meskipun penelitian initelah banyak dikritik. Teori ini lebih berfokus padakepuasan dengan sumber filosofisme keagamaan danpsikologi empelajari tentang jiwa dan perilaku manusia dalamkehidupan sehari-hari. Dan selama ini yang kita berhubungan dengan jiwa seseorang, misalnya penyebaborang mengalami gangguan jiwa, mengapa orang bisamengalami stress, dan lain-lain. Yang selalu berhubungandengan sisi negatif seseorang. Tetapi selami ini kitamengenal yang nama nya psikologi positif, yaitu lebihmenekankan apa yang benar / baik pada seseorang,dibandingkan apa yang salah / buruk. Sebelumnya,psikologi biasanya selalu menekankan apa yang salahYudithia & Mahadiansar 7

Perilaku Organisasi Positif dalam KinerjaSebuah Konsep dan Teoripada manusia, seperti soalan stress, depresi, kegelisahandan lain lain. Itulah sebabnya, ada aliran baru atau sebuahpandangan dalam dunia psikologi, dan menyebutnyasebagai psikologi positif.Menurut Seligman, ―Psikologi bukan hanya studitentang kelemahan dan kerusakan; psikologi juga adalahstudi tentang kekuatan dan kebajikan. Pengobatan bukanhanya memperbaiki yang rusak; pengobatan juga berartimengembangkan apa yang terbaik yang ada dalam dirikita.‖ Misi Seligman ialah mengubah paradigma psikologi,dari psikologi patogenis yang hanya berkutat padakekurangan manusia ke psikologi positif, yang berfokuspada kelebihan alah bukanlah hal baru dalam dunia psikologi. Sejakdulu, manusia selalu dipandang sebagai makhluk yangbermasalah. Sejak awal mula munculnya aliran psikologiyang di bahas (mashab behaviorisme) oleh manusiadipandang sebagai suatu mekanik yang penuh denganbanyak masalah. Mashab ini kemudian melihat masalahyang ada pada manusia, belum lagi dengan mashabpsikoanalisis yang melihat kenangan masa lalu sebagaipenyebab penderitaan yang ada saat ini. Apapun itu,psikologi yang berkembang selama bertahun-tahun darilamanya akan lebih memedulikan kekurangan ketimbang8 Yudithia & Mahadiansar

Perilaku Organisasi Positif dalam KinerjaSebuah Konsep dan Teorikelebihan yang ada pada manusia. Itulah sebabnyapsikologi yang berkutat pada masalah sering disebutsebagai psikologi negatif. Psikologi positif agia,kebaikan, humor, cinta, optimis, baik hati, dan sebagainya.Sebelumnya, psikologi lebih banyak membahas hal-halpatologis dan gangguan-gangguan jiwa juga emosi negatif,seperti marah, benci, jijik, cemburu dan sebagainya.Richard S. Lazarus menyebutkan bahwa emosipositif biasanya diabaikan atau tidak ditekankan, hal initidak jelas kenapa demikian. Kemungkinan besar hal inikarena emosi negatif jauh lebih tampak dan memilikipengaruh yang kuat pada adaptasi dan rasa nyaman yangsubyektif dibanding melakukan emosi positif. Contohnya,pada saat kita marah, maka ada rasa nyaman yangterlampiaskan, rasa superior, dan sebagainya. Ada suatupenelitian mengatakan bahwa marah adalah emosi yangdipelajari, sehingga dia akan cenderung untuk mengulangihal yang dirasa nyaman. Psikologi positif tidak bermaksudmengganti atau menghilangkan penderitaan, kelemahanatau gangguan (jiwa), tapi lebih kepada menambahkhasanah atau memperkaya, serta untuk memahami secarailmiah tentang pengalaman manusia.Jadi intinya saat ini kita sudah mengenal yang namanya psikologi positif dalam dunia akademisi maupunYudithia & Mahadiansar 9

Perilaku Organisasi Positif dalam KinerjaSebuah Konsep dan Teorisebagai peneliti yang sering dijumpai dalam kehidupansehari-hari, ada baiknya kita merubah diri kita sedikitdemi sedikit. Sebisa mungkin kita lebih mengeluarkanemosi positif kita dibandingkan emosi negatif kita. Makahasilnya pun akan positif.1.1.2. Dinamika Kualitas KinerjaSebelum membahas dinamika kualitas kinerja,Kualitas kerja mengacu pada kualitas sumber dayamanusia; Matutina (2001:205), kualitas sumber dayamanusia mengacu pada sebuah pengetahuan / Knowledgeyaitu kemampuan yang dimiliki karyawan yang lebihberorientasi pada intelegensi dan daya fikir sertapenguasaan ilmu yang luas yang dimiliki karyawan laluKeterampilan (Skill), kemampuan dan penguasaan teknisoperasional di bidang tertentu yang dimiliki karyawanserta Abilities yaitu kemampuan yang terbentuk darisejumlah kompetensi yang dimiliki seorang karyawanyang mencakup loyalitas, kedisiplinan, kerjasama dantanggung taan para beberapa ilmiah-ilmiah yang telahmelakukan penelitian sebelumnya, Hasibuan (2007:87)menyatakan : ‖Penilaian adalah kegiatan manajemenuntuk mengevaluasi perilaku dan hasil kerja karyawanserta menetapkan kebijaksanaan selanjutnya.‖ Dua hal10 Yudithia & Mahadiansar

Perilaku Organisasi Positif dalam KinerjaSebuah Konsep dan asarkan definisi diatas yaitu perilaku dan kualitaskerja karyawan. Yang dimaksud dengan penilaian perilakuyaitu kesetiaan, kejujuran, kepemimpinan, kerjasama,loyalitas, dedikasi dan melibatkan partisipasi karyawan.Sedangkan kualitas kerja adalah suatu standar fisik nakan karyawan atas tugas-tugasnya.Flippo (1995:28) berpendapat tentang kualitas kerjasebagai berikut: ―Meskipun setiap organisasi berbedapandangan tentang standar dari kualitas kerja pegawai,tetapi pada intinya efektifitas dan efisiensi menjadi ukuranyang umum.‖ Bertitik tolak dari definisi yang diberikanoleh Flippo (1995:28) tersebut maka dapat dikatakanbahwa inti dari kualitas kerja adalah suatu hasil yang dapatdiukur dengan efektifitas dan efisiensi suatu pekerjaanyang dilakukan oleh sumber daya manusia atau sumberdaya lainnya dalam pencapaian tujuan atau sasaranperusahaan dengan baik dan berdaya guna. Kualitassumber daya manusia memiliki manfaat ditinjau ituPerbaikanKeputusankinerja,penempatan,Kebutuhan pelatihan.Perencanaan dan Pengembangan karier, Efisiensiproses penempatan staf dan Kesempatan kerja yang sama.Yudithia & Mahadiansar 11

Perilaku Organisasi Positif dalam KinerjaSebuah Konsep dan TeoriBitner dan Zeithaml (dalam Riorini, 2004:22) menyatakanbahwa dalam upaya meningkatkan performance quality(kualitas kerja) ada beberapa cara yang dapat dilakukanoleh perusahaan yaitu dengan memberikan pelatihan atautraining, memberikan insentive atau bonus kepadapegawai dan mengaplikasikan atau menerapkan teknologiyang dapat membantu meningkatkan efisiensi danefektifitas kerja.Sunu (dalam Flippo, 1995:91) menyatakan atkan kualitas kerja, yaitu Tanggung jawab dankepentingan pimpinan untuk menciptakan lingkunganpeningkatan kualitas; Nilai serta sikap dan perilaku yangdisetujui bersama diperlukan untuk meningkatkan mutu;Sasaran peningkatan kualitas yang diterapkan olehorganisasi; Komunikasi terbuka dan kerja sama tim baik;Pengakuan dapat mendorong tindakan yang sesuai dengannilai, sikap dan perilaku untuk meningkatkan mutu. .1.2. Dampak Eksistensi Perilaku Organisasi1.2.1. Perilaku Organisasi PositifPerilaku Organisasi Positif atau di kenal denganistilah Positive Organizational Behavior di singkat denganPOB berawal dari sebuah gerakan psikologi postif yangditerapkan untuk memperkuat sumber daya manusiasebagai kapasitas yang mengukur psikologi fikiran yang12 Yudithia & Mahadiansar

Perilaku Organisasi Positif dalam KinerjaSebuah Konsep dan Teorikemudian dikelolakan dalam tempat kerja secara efektifuntuk pengembangan sebuah organisasi baik kelompokatau individu. Didalam pendekatan POB meskipun sudahdi teliti bertahun-tahun oleh peneltian sebelumya, POBoleh para akademisi ataupun organisasiswasta/pemerintahan yang difokuskan tingkat konsentrasi padakelemahan dalam melaksanakan visi misi organisasisebagai upaya memperkuat psikologi yang dapat di ukur,di kembangkan dan di kelola secara efektif, hal ini seringdi kemukakan oleh Luthans, (2002). Selanjutnya POB inisangat berhubungan dengan kinerja seorang pegawaiuntuk membuktikan seseorang maupun kelompok ternyatamemiliki kekuatan yang mempengaruhi psikologi yang didalam sebuah kerja, Luthans & Youssef, (2007)Wright, (2003) mengatakan selain itu perkembanganPOB ini dapat dilihat seorang pegawai yang berkerjadalam bentuk mengemukakan ide maupun gagasansebagai sarana untuk mencapai produktifitas tinggi dariberbagai organisasi yang akan menghadapi tantangan sertaisu-isu demi upaya memperbaiki psikologi di dalam kerja.Dari pemaparan peniliti ingin menyampaikan bahwa POBterfokus pada individu dan kelompok dalam proses yangterus di kembangkan untuk menciptakan dinamika yangpositif sebuah kinerja, POB pun bukan hanya berbicaratentang topik aktualisasi maupun implementasi diri dalamYudithia & Mahadiansar 13

Perilaku Organisasi Positif dalam KinerjaSebuah Konsep dan Teorisebuah perilaku organisasi, POB membahas kondisiorganisasi yang menjadi sebuah instrument dengankemungkinan-kemungkinan akan terjadi.Luthan secara sistematika meninjau teori dan carakerja yang digunakan dalam psikologi positif. Secara borasikan ke dalam sebuah organisasi denganpendekatan baru yang pos

Perilaku organisasi merupakan suatu cara berpikir. Perilaku dipandang perlu beroperasi pada tingkat individu, kelompok, dan organisasi. Pendekatan ini menyarankan bahwa untuk mempelajari perilaku organisasi harus melakukan identifikasi dengan jelas tingkat analis