PEMAPARAN METODE PENELITIAN KUANTITATIF Oleh: Dr .

1y ago
132 Views
4 Downloads
347.04 KB
16 Pages
Last View : 4d ago
Last Download : 2m ago
Upload by : Fiona Harless
Transcription

1PEMAPARAN METODE PENELITIAN KUANTITATIFOleh: Dr. Wahidmurni, M.PdDosen Fakultas Ilmu Tarbiyah dan KeguruanUIN Maulana Malik Ibrahim MalangEmail: [email protected] 2017ABSTRAKMetode penelitian kuantitatif merupakan suatu cara yang digunakan untukmenjawab masalah penelitian yang berkaitan dengan data berupa angka danprogram statistik. Untuk dapat menjabarkan dengan baik tentang pendekatandan jenis penelitian, populasi dan sampel, instrumen penelitian, teknikpengumpulan data, dan analisis data dalam suatu proposal dan/atau laporanpenelitian diperlukan pemahaman yang baik tentang masing-masing konseptersebut. Hal ini penting untuk memastikan bahwa jenis penelitian sampaidengan analisis data yang dituangkan dalam proposal dan laporan penelitiantelah sesuai dengan kaidah penulisan karya ilmiah yang dipersyaratkan.Pada artikel ini disajikan contoh-contoh riil pemaparan pendekatan dan jenispenelitian sampai dengan analisis data penelitian kuantitatif.Kata Kunci: metode penelitian kuantitatif, penelitian kuantitatifA. PendahuluanDalam KBBI metode diartikan sebagai “cara teratur yang digunakan untukmelaksanakan suatu pekerjaan agar tercapai sesuai dengan yang dikehendaki; cara kerjayang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuanyang ditentukan”. Definisi ini menunjukkan bahwa metode itu suatu aktivitas yangsudah operasional, artinya metode sudah dapat dijadikan pedoman untuk melakukankegiatan tertentu.Dalam menyusun metode penelitian berarti bahwa pada bagian ini sudah harusmenggambarkan tentang cara-cara yang akan ditempuh atau digunakan oleh penelitiuntuk melaksanakan suatu kegiatan penelitian dalam menjawab pertanyaan-pertanyaanyang dirumuskan dalam rumusan masalah atau fokus penelitian. Artinya denganmembaca proposal penelitian, pembaca mengetahui cara-cara yang terperinci akandilakukan oleh peneliti untuk menjawab rumusan penelitian. Sebab, proposal penelitianini tentunya akan dibaca oleh pembimbing, calon subyek penelitian, atau orang lainyang berkepentingan dengan proposal penelitian. Untuk itu mereka perlu mendapatkan

2gambaran yang jelas dan rinci tentang kegiatan apa saja yang akan dilakukan oleh calonpeneliti.Untuk itu calon peneliti harus dapat membedakan pengertian metodologipenelitian dan metode penelitian. Secara umum metodologi penelitian ini masih bersifatkonseptual atau teoritis, sehingga ketika kita belajar metodologi penelitian kita banyakberbicara tentang teori-teori dan konsep-konsep yang berkaitan dengan metodepenelitian; artinya kita masih banyak mengutip pendapat pakar dari berbagai literaturyang ada. Sedangkan yang dikehendaki dalam bagian metode penelitian dalam proposalpenelitian, lebih-lebih dalam laporan penelitian adalah uraian tentang cara-cara yangakan dilakukan peneliti dalam menjawab pertanyaan yang dirumuskan dalam subbabrumusan masalah penelitian atau fokus penelitian. Untuk itu, pada bagian metodepenelitian harus diuraikan cara-cara tersebut secara operasional, namun tetap didukungoleh teori yang ada. Artinya cara atau langkah yang ditempuh mendapat dukungan ataupembenaran dari suatu teori atau pendapat pakar.Berikut beberapa contoh dalam memaparkan bagian metode penelitian.Sebelumnya perlu diketahui bahwa subbab-subbab yang ada pada bagian ntaraperguruantinggi/instansi/lembaga yang satu dengan perguruan tinggi/instansi/lembaga yang lain.Demikian juga subbab yang harus dikemukakan dalam kerangka penelitian kualitatifjuga berbeda dengan kerangka penelitian kuantitatif. Untuk itu, calon penelitihendaknya mampu untuk memilah dan memilihnya sendiri.Secara umum bagian metode penelitian kuantitatif berisi subbab: (1)pendekatan dan jenis penelitian, (2) populasi dan sampel, (3) instrumen penelitian, (4)teknik pengumpulan data, dan (5) analisis data, sedangkan untuk metode penelitiankualitatif berisi subbab: (1) pendekatan dan jenis penelitian, (2) kehadiran peneliti, (3)lokasi penelitian, (4) sumber data, (5) teknik pengumpulan data, (6) analisis data, dan(7) pengecekan keabsahan temuan.Sebelum memulai menulis bagian ini hal penting yang harus diketahui adalahbagaimana bentuk pertanyaan yang dirumuskan dalam bagian rumusan masalahpenelitian atau fokus penelitian?; kadang-kadang juga ada rumusan masalah dinyatakandalam kalimat pernyataan. Dari pertanyaan-pertanyaan ini dapat diketahui apakahpendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan penelitian kualitatif atau

3pendekatan penelitian kuantitatif. Kita dapat memutuskannya setelah mengetahui ciriciri dari masing masing pendekatan penelitian yang dipelajari dalam matakuliahMetodologi Penelitian.B. Subbab dalam Metode Penelitian KuantitatifSubbab-subbab yang dideskripsikan dalam penelitian dengan menggunakanpendekatan kuantitatif setidaknya mencakup:1.Pendekatan dan Jenis PenelitianPada bagian ini ada dua hal yang harus diuraikan yakni pendekatan penelitian danjenis penelitian. Untuk itu, calon peneliti diminta untuk memaparkan alasanmengapa pendekatan kuantitatif digunakan dan mengapa pula jenis penelitiantertentu itu dipilih. Sebab dalam penelitian kuantitatif terdapat beberapa macamjenis penelitian, yakni eksperimen dan non eksperimen. Masing-masing jenis inibentuknyapun beragam.Untuk itu langkah awal yang harus dilakukan oleh peneliti adalah memahamimakna masing-masing arti pendekatan kualitatif dan jenis penelitian yang tepatuntuk digunakan menjawab rumusan masalah penelitian. Misalnya peneliti mencaridefinisi pendekatan kuantitatif dan ciri-ciri yang ada pada pendekatan itu taspengetahuanituditerjemahkan dalam kegiatan operasional penelitian.Sebagai contoh peneliti hendak meneliti ada tidaknya hubungan antara motivasidan hasil belajardi sekolah, maka ia hendaknya mencari literatur tentangpendekatan kuantitatif dan jenis penelitian korelasional. Misalnya ia menemukandefinisi penelitian kuantitatif seperti ini dari pakar sebagai berikut, “quantitativeresearch is an approach for testing objective theories by examining the relationshipamong variables. These variables, in turn, can be measured, typically oninstruments, so that numbered data can be analyzed using statistical procedures(Creswell, 2014:32); maka ia dapat mengoperasionalkan pengertian itu kedalampenelitiannya, dan definisi pakar ini dapat dijadikan alasan mengapa iamenggunakan pendekatan kuantitatif di dalam penelitiannya.

4Contoh rumusannya adalah,Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan ada atau tidaknya hubungan antaramotivasi dengan hasil belajar siswa di madrasah ibtidaiyah yang ada di kotaMalang. Dalam penelitian ini, terdapat dua variabel penelitian yakni motivasibelajar sebagai variabel bebas dan hasil belajar sebagai variabel terikat. Indikatorindikator variabel tersebut akan dikembangkan menjadi butir-butir pernyataan yangdituangkan dalam kuesioner dengan menggunakan skala Likert untuk variabelmotivasi belajar, dan skor ujian tengah semester untuk hasil belajar, selanjutnyadata yang diperoleh akan dianalisis dengan menggunakan program statistik. Untukitu penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, hal ini sesuai denganpendapat Creswell (2014) yang menyatakan penelitian kuantitatif merupakanpendekatan untuk menguji teori objektif dengan menguji hubungan antar variabel.Variabel ini, pada gilirannya, dapat diukur dengan menggunakan instrumen,sehingga data jumlah dapat dianalisis dengan menggunakan prosedur statistik.Untuk memaparkan jenis penelitian, peneliti mencari arti dari penelitiankorelasi, misalnya ia mendapatkan definisi dari pakar yang mengatakan bahwa,“correlational research is a type of nonexperimental research in which theresearcher measures two variables and assesses the statistical relationship (i.e., thecorrelation) between them with little or no effort to control extraneous variables(Price, 2012:171)”. Creswell (dalam Creswell, 2014) menyatakan desainkorelasional di mana penyelidik menggunakan statistik korelasional untukmenggambarkan dan mengukur tingkat atau asosiasi (atau hubungan) antara duaatau lebih variabel atau rangkaian skor. Berdasarkan pemahaman ini selanjutnya iamenuliskan dalam subbab ini misalnya sebagai berikut,Dalam penelitian ini peneliti akan mengukur tingkat motivasi dan hasil belajarsiswa, selanjutnya data yang dihasilkan akan uji dengan menggunakan formulaProduct Moment untuk megetahui besaran koefisien korelasinya dan menentukansignifikan tidaknya hubungan kedua variabel tersebut. Untuk itu jenis penelitian initermasuk dalam jenis penelitian korelasional, hal ini sebagaimana dinyatakan olehPrice (2012) dan Creswell (dalam Creswell, 2014) bahwa penelitian korelasionalmerupakan jenis penelitian nonexperimental dimana peneliti mengukur dua variabel

5dan menilai hubungan statistik (yaitu korelasi) antara mereka dengan sedikit atautidak ada usaha untuk mengendalikan variabel asing.2.Populasi dan SampelKamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Kamus versi online/daring si/ n “1 udukberikut,disuatudaerah; 2 jumlah orang atau pribadi yang mempunyai ciri-ciri yang sama; 3 jumlahpenghuni, baik manusia maupun makhluk hidup lainnya pada suatu satuan ruangtertentu; 4 sekelompok orang, benda, atau hal yang menjadi sumber pengambilansampel; suatu kumpulan yang memenuhi syarat tertentu yang berkaitan denganmasalah penelitian. Adapun definisi sampel/sam·pel/ n Stat adalah 1 sesuatu yangdigunakan untuk menunjukkan sifat suatu kelompok yang lebih besar; 2 bagiankecil yang mewakili kelompok atau keseluruhan yang lebih besar; percontoh”.Dalam kaitannya dengan kegiatan penelitian, populasi dapat diartikan sebagaijumlah semua orang atau non orang yang memiliki ciri-ciri yang sama danmemenuhi syarat-syarat tertentu berkaitan dengan masalah penelitian dan dapatdijadikan sebagai sumber pengambilan sampel. Sebagai contoh kita menyebutkanmahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang semester Ganjil tahun akademik2017/2018, maka populasinya adalah jumlah seluruh mahasiswa program diploma,sarjana, magister dan doktor yang melaksanakan registrasi pada semester dan tahunakademik yang bersangkutan; sedangkan mahasiswa yang tidak melakukanregistrasi atau cuti tidak dihitung sebagai anggota populasi. Jadi kegiatan registrasimerupakan contoh pemenuhan syarat-syarat disebut sebagai mahasiswa.Bagaimana dengan sampel?. Dalam kegiatan penelitian sampel dapat diartikansebagai jumlah sebagian dari populasi yang kedudukannya mewakili populasi dandijadikan sebagai sumber pengumpulan data penelitian. Sebagai contoh, jikapeneliti menjadikan mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang semesterGanjil tahun akademik 2017/2018 sebagai populasi, maka sampelnya adalahsebagian para mahasiswa yang telah melakukan registrasi pada semester dan tahunakademik yang bersangkutan. Ukuran tentang banyaknya sampel yang dibutuhkan,dari program studi apa saja mereka harus diambil, berapa besaran jumlah sampel

6dari masing-masing program (diploma sampai dengan doktor), dan sebagainyaperlu dikuasai oleh calon peneliti dengan mengkaji teknik pengambilan sampel.Namun demikian dalam subbab populasi dan sampel definisi semacam ini tidakharus dicantumkan, yang dipentingkan adalah mengemukakan (1) karakteristikpopulasi, (2) prosedur dan formula (rumus) yang digunakan untuk menentukanbanyaknya sampel yang diambil serta teknik pengambilan sampel. Untuk itu alasanteoritis perlu dikemukakan untuk memperkuat bahwa teknik pengambilan sampelyang kita gunakan memang tepat.Sebagai contoh subbab populasi dan sampel penelitian dari sebuah disertasiyang berjudulHubungan Kausal antara Faktor Manajerial, Perencanaan danKetidakpastian Lingkungan dengan Kinerja UKM pada Sektor Manufaktur di JawaTimur karya Wahidmurni (2003:79) memaparkan sebagai berikut,a. Populasi PenelitianPopulasi target dalam penelitian ini adalah para manajer perusahaan yangbergerak pada sektor manufaktur skala menengah sebagaimana yangditetapkan dalam definisi operasional penelitian dan telah terdaftar padadinas industri dan perdagangan kota dan kabupaten yang ada di JawaTimur. Hal yang dipertimbangkan dalam penentuan populasi ini adalah,bahwa UKM pada sektor manufaktur di Jawa Timur memiliki potensidan kontribusi yang sangat besar bagi pembentukan PRDB danpenyerapan tenaga kerja, di samping itu propinsi ini juga merupakansalah satu tolok ukur bagi keberhasilan pembangunan yang di dukungoleh infrastuktur yang memadai (Kanwil Deperindag Jatim, 1996).UKM sebagai obyek penelitian yang dimaksudkan dalam penelitian iniadalah industri dalam skala usaha menengah sebagaimana dimasudkandalam definisi operasional, dengan menggunakan persepsi manajersebagai unit analisisnya. Dengan demikian responden dalam penelitianini adalah manajer perusahaan.Dari segi kuantitas, jumlah usaha skala menengah sektor industripengolahan di Jawa Timur tidak teridentifikasi secara pasti. Hal demikiansebagaimana diungkap oleh Bapak Djoko selaku Kepala SubPenyusunanan Program Kantor Wilayah Dinas Perindustrian danPerdagangan Jawa Timur di Surabaya, bahwa: “tidak ada catatan yangpasti tentang banyaknya sektor usaha kecil dan menengah di dinas ini,lebih-lebih pada era otonomi daerah ini, hubungan antara kanwil dengandinas perindag daerah seolah-olah telah terputus, hanya pada hal-haltertentu saja ada koordinasi. Dengan demikian data mengenai UKMyang ada adalah data tahun-tahun sebelum otonomi daerah diberlakukan,berikut data dari bagian perijinan usaha. Untuk pendataan UKMsepenuhnya diserahkan pada dinas perindag masing-masing kota dankabupaten”.

7Setelah dilakukan pengecekan pada dua dinas perindag, yakni dinasperindag kabupaten dan kota Malang diperoleh data bahwa pada duadinas tersebut, data mengenai UKM kurang begitu lengkap dan kurangterperinci. Hal demikian dapat diketahui dari klasifikasi penggolonganusaha; yakni tidak jelas klasifikasi mana perusahaan yang tergolong skalausaha kecil, menengah dan besar. Hal demikian menunjukkan bahwakemungkinan data seperti itu juga akan ditemukan pada beberapa dinasperindustrian dan perdagangan yang ada di kota dan kabupaten lainnya.Akhirnya untuk memperoleh jumlah usaha skala menengah yangtercakup dalam populasi penelitian ini adalah dengan merujuk pada hasilsensus Badan Pusat Statistik Propinsi Jawa Timur tahun 2001 yangditerbitkan dalam bentuk buku yang berjudul Direktori PerusahaanIndustri Besar dan Sedang di Jawa Timur 2001. Dalam buku tersebutdapat diidentifikasi jumlah usaha industri skala sedang di Jawa Timurpada tahun 2001 adalah sebagaimana disajikan dalam tabel berikut:Tabel 2.5 Jumlah Industri Sedang di Jawa Timur Tahun 2001Menurut Klasifikasi Lapangan Usaha Indonesia (KLUI)No.KLUI1. Industri makanan, minuman, tembakau2. Industri tekstil, pakaian jadi dan kulit3. Industri kayu4. Industri kertas5. Industri kimia6. Industri barang galian bukan logam7. Industri logam dasar8. Industri barang dari logam dan mesin9. Industri pengolahan ,8322,270100Dengan mempertimbangkan konsep pembangunan Jawa Timur yangdilakukan melaui empat koridor, yakni (1) Koridor Utara Selatan terdiridari -Blitar, (2)Koridor Barat Daya terdiri n-Ponorogo-Pacitan dan Magetan, (3) Koridor Timurterdiri atas Probolinggo-Situbondo-Bondowoso-Lumajang-Jember danBanyuwangi, dan (4) Koridor Utara terdiri dari amekasan dan Sumenep (DInfokom-Jatim, 2001); maka dalam pengambilan sampel jugamemperhatikan keempat koridor ini.b. Sampel PenelitianBerkaitan dengan sampel penelitian Sudjana (1988:72) menyatakanbahwa “tidak ada ketentuan yang baku atau rumus yang pasti. Sebabkeabsahan sampel terletak pada sifat dan karakteristiknya mendekatipopulasi atau tidak, bukan pada besar atau banyaknya minimal 30subyek. Ini didasarkan atas perhitungan atau syarat pengujian yang lazim

8digunakan dalam statistika”. Gay (1981:98), McMillan &Schumacher(1984:122) berpendapat bahwa “ untuk penelitian korelasional palingtidak 30 subyek (orang)”.Arikunto (1995:120), membedakan berdasarkan banyaknya subyekpenelitian, yakni untuk subyek yang kurang dari 100 dengan yang lebihdari 100, yang menyatakan bahwa “untuk ancer-ancer maka apabilasubyeknya kurang dari 100, lebih baik diambil semua sehinggapenelitiannya merupakan penelitian populasi; selanjutnya jika jumlahsubyeknya besar dapat diambil antara 10-15% atau antara 20-25% ataulebih tergantung pada (1) kemampuan peneliti dilihat dari waktu, tenagadan dana, (2) sempit luasnya wilayah pengamatan dari setiap subyek, dan(3) besar kecilnya resiko yang ditanggung oleh peneliti”.Pada dasarnya berbagai formula penentuan besarnya sampel di atasadalah dirancang dalam rangka mencapai kerepresentatipan data sampeluntuk mewakili karakteristik populasi. Sekali lagi perlu ditekankanbahwa tidak ada formula yang baku atau pasti dalam penentuan besarnyasampel. Hal demikian juga dikemukakan Chadwick, Bahr dan Albrecht (:82) bahwa “tidak ada aturan mutlak mengenai penentuan besarnyasampel; yang perlu ditinjau adalah sifat populasi, mempertimbangkansifat perilaku yang dikaji, dan waktu serta dana yang tersedia, kemudianmembuat keputusan tentang besarnya sampel”.Berdasar atas (1) tingkat kemungkinan homogenitas populasi, (2) uraiantentang penentuan besarnya sampel dari berbagai ahli di atas, dan (3)informasi temuan survey yang dilakukan oleh Departemen Perindustriandan Perdagangan pada bulan April sampai dengan Juli 1998 terhadap 10daerah yakni: Ujung Pandang, Bandung, Jabotabek, Cirebon,Yogyakarta, Klaten, Nusa Tenggara Timur, Bali, Medan, dan Ambonditemukan bahwa sebesar 72,90 % UKM mengalami penurunan usahadan yang bertahan hanya sebesar 17,30% (Prawirokusumo, 2001), dan(4) apa yang dikemukakan oleh wakil ketua Kamar Dagang dan IndustriDaerah (Kadinda) Jawa Timur Shahputra Woworuntu bahwa UKM JawaTimur yang masih dapat bertahan setelah peledakan bom Bali hanya40%. Artinya dari total UKM se-Jatim yang berjumlah 6,6 juta unit,hanya 2,6 juta unit yang masih bertahan dan terus berprodukasi,sedangkan sisanya 4 juta unit sudah gulung tikar (Kompas, 9 Januari2003); maka besarnya target sampel dalam penelitian ini ditetapkansebesar 100 unit.Di samping itu, jumlah target sampel di atas juga ditetapkan denganberbagai pertimbangan yang terkait dengan masalah perolehan data,antara lain:1) Memenuhi asumsi metodologi dalam penerapan SEM, yakni sampelyang sesuai adalah antara 100-200.2) Dalam penerapan SEM, besarnya sampel minimum absolutnya adalah50 (Solimun, 2002:83).3) Dari berbagai penelitian yang menggunakan manajer sebagairespondennya, jumlah sampel yang dipergunakan untuk penelitiansejenis di Indonesia berkisar antara 50-90 orang (Indriantoro,1993,Laksamana, 1995, Wignjohartoyo, 1995 dalam Hotama, 2001:103).

94) Jumlah ukuran sampel yang ditargetkan di atas telah memenuhibatasan jumlah sampel yang sesuai dan memenuhi persyaratan sampelyang terdistribusi normal dalam pengujian statistik (jumlah sampel nlebih dari atau sama dengan 30).5) Yang terakhir adalah terbatasnya kemampuan peneliti baik berupawaktu, tenaga, dan lebih-lebih dana yang dibutuhkan mengingatluasnya wilayah penelitian dari setiap subyek yang hendak dicakupdalam penelitian.Jumlah target minimal di atas, dicapai dengan cara (1) mendatangi objekpenelitian baik oleh peneliti maupun petugas lapangan, dan (2)pengiriman angket melalui pos, hal ini dilakukan untuk memudahkanaspek jangkauan wilayah penelitian. Kedua cara tersebut dimaksudkanagar informasi yang dikumpulkan dapat lebih banyak dan tersebar meratadalam seluruh wilayah kabupaten dan kota yang ada di Jawa Timur;meskipun disadari bahwa tidak semua daftar kuesioner akandikembalikan.Adapun cara pengambilan sampel yang digunakan adalah carapengambilan sampel dengan jenis sampel kluster, yakni “kelompok yangmempunyai sifat

penelitian, lebih-lebih dalam laporan penelitian adalah uraian tentang cara-cara yang akan dilakukan peneliti dalam menjawab pertanyaan yang dirumuskan dalam subbab rumusan masalah penelitian atau fokus penelitian. Untuk itu, pada bagian metode penelitian harus diuraikan cara-cara tersebut secara operasional, namun tetap didukung