PROSIDING SEMINAR NASIONAL IX - Ubaya Repository

11d ago
8 Views
0 Downloads
5.70 MB
11 Pages
Last View : 4d ago
Last Download : n/a
Upload by : Jerry Bolanos
Transcription

PROSIDING SEMINAR NASIONAL IXRekayasa dan Aplikasi Teknik Mesin di IndustriItenas, Bandung, 9 November 2010Editor:Dr. M. Alexin P.Ir. Encu Saefudin, MT.Yusril Irwan, MT.Marsono, MT.Noviyanti Nugraha, MT.Tito Shantika, M.Eng.Liman Hartawan, ST.Pengarah :Prof. Dr. Ir. Aryadi SuwonoProf. Ir. PartosiswojoDr. Ir. Ari Darmawan PasekDr. Ir. AbdurrachimDr. Ir. Agus Hermanto, MT.Dr. Irfan HilmyIr. Syahril Sayuti, MT.Dr. Ing. M. Alexin P.Desain Sampul :Muhammad Ridwan, MT.ISSN 1693 - 3168Cetakan Pertama, November 2010Hak Cipta dilindungi Undang-UndangDilarang mengutip, memperbanyak atau menterjemahkan sebagian atauseluruh isi buku tanpa ijin dari Jurusan Teknik Mesin, ITENAS.

PENGANTARAssalamu’alaikum. warahmatullahi wabarrakatuh,Pertama-tama marilah kita panjatkan Puji Syukur ke hadirat Allah SWT, karenaatas izin dan karunia-Nya kita dapat bertemu dan bersilaturakhmi dalam seminar dikampus Itenas-Bandung. Semoga seminar ini dapat berjalan dengan lancar sesuaidengan tujuannya.Seminar ini merupakan agenda tahunan civitas akademika Jurusan TeknikMesin, FTI – Itenas, yang sudah dimulai sejak tahun 2002. Seminar ini diharapkanmenjadi forum diskusi dan tukar informasi kegiatan studi dan penelitian yang telahdilakukan oleh para peneliti dari perguruan tinggi (dosen dan mahasiswa), instansipenelitian maupun praktisi industri, khususnya yang terkait dengan bidang teknikmesin, sehingga dapat meningkatkan sinergi diantara keduanya.Pada seminar kali ini, panitia telah berhasil menghimpun 11 makalah. Makalahdikelompokkan ke dalam lima sub topik yaitu Teknologi Konversi Energi, TeknologiManufaktur dan Metrologi, Teknologi Bahan dan Material Komposit, TeknologiPerancangan dan Pengembangan Produk, dan Teknologi Sistem Kendali danPemrosesan Sinyal.Dalam kesempatan ini, perkenankan kami menyampaikan terima kasih danpenghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh penyaji makalah, peserta, civitasakademika Jurusan teknik Mesin, FTI – Itenas, dan semua pihak yang telahberpartisipasi aktif sehingga seminar ini dapat terselenggara. Semoga kerjasama yangtelah kita bangun selama ini dapat terus ditingkatkan dimasa-masa mendatang.Mohon maaf atas segala kekurangan dan kekhilafan.Akhir kata kami mengucapkan selamat mengikuti seminar, semoga semuagagasan dan pikiran yang berkembang selama seminar ini, dapat tercatat sebagaisumbangsih yang bermanfaat untuk kejayaan bangsa dan Negara kita.Wabillahi taufiq walhidayah, Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.Bandung, 1 November 2010Jurusan Teknik Mesin, FTI – ItenasEncu Saefudin, Ir., MTKetua

ISSN 1693-3168Seminar Nasional - IXRekayasa dan Aplikasi Teknik Mesin di IndustriKampus ITENAS - Bandung, 9-10 November 2010TeknikMESINDAFTAR ISIHaliiiiiPENGANTARDAFTAR ISITOPIK TEKNOLOGI PERANCANGAN DAN PENGEMBANGAN PRODUKTPPP01Analisis Statik Struktur Mesin Pemadat Log Jamur Tiram Berkapasitas 300Log/Jam dengan menggunakan Cosmosworks 2004TM (Encu Saefudin dan TitoShantika)0102Analisis Target Stok Level Pada Perencanaan Persediaan Material (Slamet SetioWigati)0203Pembuatan dan Pengujian Prototipe Mesin Pencetak Batu Bata Merah(Marsono dan Encu Saefudin)0304Implementasi Metode Poke Yoke untuk Meningkatkan Usability dari ConsumerProducts (The Jaya Suteja)0405Perancangan Mekanisme Back Lift (Tito Shantika dan Encu Saefudin)0506Perancangan Mesin Pengupas Kulit Ari Kacang Tanah (Ali)0607Perancangan Mesin Penghancur Tongkol JagungKapasitas 40 Kg/Jam menggunakan Mechanical Design Process Terintegrasi(Ali)07TOPIK TEKNOLOGI BAHAN DAN MATERIAL KOMPOSITTBMK01Meningkatkan Kekerasan Permukaan Sparepart Lokal Kendaraan Bermotordengan cara Karburasi Cair(Yusril Irwan)0102Pengaruh Temperatur Anil Rekristalisasi terhadap Mikrostruktur dan SifatMekanik Pelat Kuningan 70/30 (Dedi Priadi, Mirza Wibisono, AridhoObstrian, danMarlin Wijaya)0203Studi Analisis Pengaruh Kekuatan Backing Plate Blok Rem Komposit KeretaApi (Agus Triono,Harsa Delanis Sembiring, dan IGN Wiratmaja Puja)0304Usaha Meningkatkan Kekerasan Dan Ketahanan Aus Baja HSS denganTeknik Plasma Nitriding (Viktor Malau)0405Optimasi Suhu dan Lama Curing Bahan Gesek Kampas Rem dari SerbukTempurung Kelapa dan Karakterisasi Sifat-Sifat Mekaniknya (Sutikno,Sukiswo, Nikola, danPutut Marwoto)05iii

ISSN 1693-3168Seminar Nasional - IXRekayasa dan Aplikasi Teknik Mesin di IndustriKampus ITENAS - Bandung, 9-10 November 2010TeknikMESIN06Analisis Visual untuk Perhitungan Initial Damage pada Sambungan Adhesive(Irfan Hilmy, Yusril Irwan)0607Pengaruh Tekanan Elektroda Terhadap Strukturmikro, Kekerasan danKetangguhan Nugget Hasil Las Titik Skala Industri Rumahan (Yurianto)07TOPIK TEKNOLOGI KONVERSI ENERGI01TKEPerangkat Lunak Konveksi Internal Flow (Muhammad Ridwan, LimanHartawan, dan Tri Sigit Purwanto)0102Penerapan Sistem Injeksi Langsung (Gasoline Direct Injection) Pada MotorBensin 2 Langkah (Kristyadi T)0203Penelitian Eksperimental Alat Penghemat Bahan Bakar Elektolisa Air PadaMesin Sepeda Motor (Mohammad Alexin Putra, Okky Priambodo Rahardjo,Deni Ramdani, Liman Hartawan)0304Analisis Audit Energi Pada PT. Nikkatsu Electric Works (Nasrun Haryanto danSiti Saodah)0405Pengembangan Sistem Hybrid Photovoltaik dan Genset untuk KebutuhanEnergi di BTS Telekomunikasi (Teguh Arfianto dan Siti Saodah)Exergy Analysis of Grid-Connected Photovoltaic Array System (DaniRusirawan, István Seres, and István Farkas)0506TOPIK TEKNOLOGI SISTEM KENDALI DAN PEMROSESAN SINYAL01Perancangan Sistem Kendali Miniatur Lift Tiga Lantai (Liman Hartawan,Tito Shantika, Muhammad Ridwan dan Tri Sigit Purwanto)TOPIK TEKNOLOGI MANUFAKTUR DAN METROLOGI06TSKPS01TMM01Pembuatan Dan PengujianMesin Pengaduk (Mixer) Bahan Batu Bata Merah Berkapasitas 20 BuahBata Per Proses (Encu Saefudin dan Marsono)0102Hubungan Matematis Kecepatan Putar Spindel Terhadap KekasaranPermukaan Studi Kasus Mesin Freis CNC TU-3A (Syahril Sayuti)02iv

Implementasi Metode Poke Yoke untuk Meningkatkan Usabilitydari Consumer ProductsThe Jaya SutejaJurusan Teknik Industri Kekhususan Manufaktur, Fakultas TeknikUniversitas SurabayaJl. Raya Kalirungkut, [email protected] suatu produk untuk bisa diterima di pasar dipengaruhi oleh banyak faktor. Salah satufaktor yang penting adalah usability atau kemudahan penggunaan dari produk tersebut. Oleh karenaitu diperlukan penelitian untuk mengetahui tingkat usability dari produk yang ada di pasar dankemudian melakukan perbaikan-perbaikan desain yang dibutuhkan agar usability dari produktersebut dapat meningkat. Pada penelitian ini, pertama-tama dilakukan observasi dan wawancaraterkait dengan tingkat usability dari beberapa consumer products seperti mainan, alat tulis, fiturotomotif roda dua, dan home appliances. Berdasarkan hasil survei tersebut, penelitian inimenggunakan metode poka yoke untuk memperbaiki usability dari produk-produk tersebut. Setelahitu, penelitian ini juga melakukan pengujian terhadap perbaikan desain yang dilakukan. Dari hasilverifikasi didapatkan hasil bahwa perbaikan desain yang dilakukan dapat meningkatkan usabilitydari produk-produk yang diteliti.Kata Kunci : poke yoke, usability, consumer products1. PendahuluanKeberhasilan suatu produk untuk bisa diterima di pasar dipengaruhi oleh tiga faktor yaitu kualitasproduk, harga, dan time to market. Salah satu komponen dari kualitas produk yang penting adalahusability. Pada awalnya, Shackel, B. mendefinisikan usability sebagai tingkat efisiensi dan efektifitaspenggunaan dalam rentang tertentu dari pengguna, tugas, peralatan, dan lingkungan [1]. Akan tetapisetelah berkembang lebih lanjut, Wikipedia mendefinisikan usability sebagai kemudahan penggunaanatau seberapa cepat seseorang dapat mengerti bagaimana menggunakan suatu obyek buatan manusiadan seberapa mudah seseorang dapat menggunakanannya [2].Produk-produk yang diproduksi dalam jumlah banyak dan digunakan langsung oleh konsumen ataulebih dikenal sebagai consumer products harus juga mempertimbangkan usability agar dapat berhasilditerima oleh pasar. Oleh karena itu diperlukan penelitian untuk mengetahui tingkat usability dariproduk yang ada di pasar dan kemudian melakukan perbaikan-perbaikan desain yang dibutuhkan agarusability dari produk tersebut dapat meningkat.Untuk menilai tingkat usability dari suatu produk, evaluator menentukan ukuran yang dipercaya dapatmerefleksikan usability dari produk tersebut. Ukuran yang digunakan untuk menilai tingkat usabilitydari suatu produk diturunkan dari satu atau beberapa dimensi dari usability. Menurut Shackel, B., adaempat dimensi dari usability yaitu effectiveness, learnability, flexibility, dan attitude [3]. Dimensi inikemudian dikembangkan oleh Han, S.H., et. al., menjadi empat puluh delapan dimensi yang terbagimenjadi dua kelompok dimensi yaitu kelompok performance dan image/perception [4]. Dimensi padakelompok performance adalah directness, explicitness, modelessness, observaribility, responsiveness,simpicity, consistency, familiarity, informativeness, learnability, memorability, predicability,accessibility, adaptability, controllability, effectiveness, efficiency, error prevention, flexibility,helpfulness, multithreading, recoverability, dan task conformance. Sedangkan kelompokimage/perception meliputi dimensi shape, color, brighness, texture, translucency, balance, heaviness,volume, methaphoric design image, elegance, granularity, harmoniousness, luxuriousness,

magnificence, neatness, rigidity, salience, dynamicity, acceptability, comfort, convenience, reliability,attractivenss, preference,dan satisfaction.Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat usability dari beberapa jenis consumer productsseperti mainan, alat tulis, home appliances, dan fitur otomotif roda dua seperti terlihat pada gambar 1.Consumer products yang diteliti adalah produk-produk inovatif yang belum terlalu lama ada di pasar.Pada penelitian ini, tingkat usability diukur terbatas pada tiga dimensi saja yaitu explicitness,familiarity, dan error prevention. Explicitness artinya adalah sejauh mana bentuk dan cara kerjaproduk dapat memberikan kejelasan dan keakuratan persepsi pengguna mengenai produk tersebut.Sedangkan familiarity didefinisikan kemudahan interaksi antara produk dengan pengguna yangmempunyai kemampuan dan pengalaman tertentu. Pengertian dari error prevention ini adalahkemampuan untuk mencegah pengguna agar tidak melakukan kesalahan. Ukuran yang digunakanuntuk mengevaluasi tingkat usability pada penelitian ini dapat dilihat pada tabel 1.Gambar 1. Consumer ProductsTabel 1. Ukuran tiap dimensiNoDimensiUkuranModel Jawaban1explicitnessApakah pengguna dapat langsung mengerti tentang fungsi utamaproduk hanya dengan melihat produk ?Ya atau Tidak2familiarityApakah pengguna dapat langsung mengerti tentang carapengoperasian produk tanpa harus melihat keterangan yang ada ?Ya atau Tidak3error preventionApakahpenggunapernahmengoperasikan produk ?Ya atau TidakmelakukankesalahandalamSetelah tingkat usability dari consumer products telah teridentifikasi, maka penelitian ini jugamemperbaiki desain dari consumer products tersebut agar usability dari produk tersebut dapatmeningkat. Kemudian, penelitian ini juga melakukan pengujian konsep desain hasil perbaikan desainuntuk melakukan verifikasi apakah konsep desain yang baru dapat meningkatkan usability dariproduk.

2. MetodologiMetode yang digunakan untuk mengetahui tingkat usability dari consumer products adalah denganmelakukan observasi dan wawancara. Observasi dan wawancara dilakukan terhadap 30 orang untuktiap jenis consumer products. Setelah tingkat usability dari consumer products diketahui, penelitian inimengadaptasi metode poka yoke untuk memperbaiki usability dari produk-produk tersebut.Metode poka yoke diperkenalkan pertama kali oleh Shigeo Shingo pada tahun 1960an. Pengertianawal dari metode ini adalah untuk mendesain proses agar kesalahan tidak mungkin terjadi atausetidaknya mudah untuk dideteksi dan diperbaiki [5]. Poka yoke dapat digunakan untuk mencegahataupun mendeteksi kesalahan [5]. Untuk mencegah kesalahan, suatu produk didesain sehingga tidakmemungkinkan terjadinya kesalahan. Sedangkan untuk mendeteksi, produk didesain untuk bisamemberikan sinyal ke pengguna tentang adanya kesalahan yang terjadi.Langkah yang dilakukan dalam mengaplikasikan metode poka yoke adalah sebagai berikut:1. Mengelompokkan kesalahan yang terjadi pada saat pengoperasian produk.2. Menganalisis penyebab kesalahan tersebut.3. Melakukan perbaikan desain produk tersebut agar tidak terjadi kesalahan yang sama.Desain dari consumer products yang diteliti diperbaiki dengan metode poka yoke untuk mencegahkesalahan yang mungkin dilakukan oleh pengguna. Hasil perbaikan desain yang telah dilakukankemudian diverifikasi dengan melakukan wawancara terhadap 30 orang responden untuk masingmasing consumer products agar dapat mengetahui apakah konsep desain yang baru dapatmeningkatkan usability dari produk atau tidak.3. Hasil dan DiskusiDari hasil observasi dan wawancara, sebagian besar pengguna mainan sudah mengetahui bahwaproduk yang diteliti adalah produk mainan. Akan tetapi, pengguna mainan banyak yang bingung caramengoperasikan mainan karena aspek fisik mainan seperti bentuk dan warna tidak dapat secaralangsung menunjukkan langkah-langkah untuk mengoperasikan mainan. Sedangkan kesalahan yangbanyak terjadi pada saat mengoperasikan mainan adalah pengguna tidak mengenali bagian mainanyang seharusnya digunakan. Sebagai contoh, pengguna tidak mengetahui bagian mana dari mainanyang difungsikan untuk menghidupkan mainan.Untuk produk stationery, pengguna juga tidak melakukan kesalahan dalam mengenali fungsi utamaproduk tersebut. Akan tetapi beberapa pengguna tidak dapat langsung mengerti bagaimana caramengoperasikan produk stationery. Kesalahan yang banyak dilakukan pengguna pada saatmengoperasikan stationery adalah kesalahan dalam menentukan apa yang harus dilakukan padakomponen produk. Sebagai contoh, pengguna banyak yang melakukan penekanan padahal seharusnyamelakukan pemutaran.Lebih jauh lagi, pengguna umumnya sudah mengetahui fungsi utama dari produk home appliancesyang ada diteliti. Namun, pengguna banyak yang mengalami kesulitan dalam mengoperasikan produkkarena tidak mengenali fungsi dari pengontrol yang tersedia. Pengguna banyak yang melakukankesalahan dalam memilih pengontrol yang seharusnya digunakan. Sebagai contoh, pengguna menariktombol lampu padahal pengguna ingin untuk menyalakan kipas.Selanjutnya, kebanyakan pengguna sudah mengetahui fungsi utama dari fitur produk otomotif rodadua. Akan tetapi pada saat hendak mengoperasikan produk tersebut, pengguna banyak mengalamikesulitan menentukan langkah yang harus dilakukan pada saat ada prosedur operasi yang sedikitberbeda dari yang kebiasaan yang selama ini dilakukan. Pengguna banyak melakukan kesalahanmenentukan urutan langkah saat mengoperasikan suatu sistem yang membutuhkan langkah operasilebih dari satu. Sebagai contoh, pengguna seharusnya menekan terlebih dahulu sebelum memutar tapipengguna melakukan sebaliknya.Untuk meningkatkan usability dari produk, perbaikan desain yang dilakukan agar pengguna tidak lagimelakukan kesalahan dalam mengoperasikan produk. Perbaikan desain yang dilakukan dapatdikelompokkan sebagai berikut:

1.Memberi simbol yang umum digunakan sehingga pengguna mengetahui langkah yang harusdilakukan dan urutan langkah yang harus dilakukan. Contoh dari pemberian simbol sepertiterlihat pada gambar 2 adalah pemberian tanda panah untuk menginformasikan bahwalangkah yang harus dilakukan adalah menarik bagian produk searah anak panah tersebut.Gambar 2. Contoh Pemberian Simbol2.Menggunakan variasi warna sehingga pengguna mengetahui komponen atau bagian pentingdari produk. Contoh penggunaan variasi warna ini adalah dengan memberikan warna yangberbeda pada bagian yang dapat ditarik seperti terlihat pada gambar 3.Gambar 3. Contoh Penggunaan Variasi Warna3.Mengubah bentuk produk sehingga pengguna mengetahui bagian produk atau pengontrolyang seharusnya digunakan. Contoh pengubahan bentuk produk ini adalah dengan mengubahbentuk pegangan sehingga menjadi berbentuk kontur tangan agar pengguna dapatmengetahui bagian yang seharusnya dipegang. Contoh ini dapat dilihat pada gambar 4.

Gambar 4. Contoh Perubahan BentukDari hasil wawancara untuk verifikasi, pengguna tidak lagi melakukan kesalahan dalam menggunakanproduk yang telah didesain ulang. Dari hasil verifikasi ini dapat disimpulkan bahwa perbaikan desainyang dilakukan dapat meningkatkan usability dari produk-produk yang diteliti.4. KesimpulanTingkat usability dari beberapa jenis consumer products inovatif yang belum terlalu lama ada di pasarmasih bisa diperbaiki. Pada umumnya, pengguna sudah mengetahui fungsi utama dari produktersebut. Akan tetapi, banyak pengguna yang masih belum bisa mengoperasikan produk itu tanpamempelajari cara pengoperasian terlebih dahulu. Kesalahan yang banyak dilakukan oleh penggunaadalah salah menggunakan bagian yang seharusnya digunakan, melakukan tindakan yang salah padabagian yang betul, salah memilih pengontrol yang seharusnya digunakan, dan salah melakukan urutanlangkah saat mengoperasikan suatu sistem. Perbaikan yang dapat dilakukan untuk meningkatkanusability berdasarkan prinsip poka yoke adalah memberi simbol yang umum digunakan, menggunakanvariasi warna, dan mengubah bentuk produk. Dari hasil verifikasi didapatkan hasil bahwa perbaikandesain yang dilakukan dapat meningkatkan usability dari produk-produk yang diteliti.Daftar Pustaka[1] Shackel, B., 1984. The concept of usability dalam Bennet, J., Case, D., Sandelin, J. and Smith, M.,Editors, 1984. Visual Display Terminals, Prentice-Hall, Englewood Cliffs, NJ, pp. 45–87.[2] Anonymous, 2010. Usability, http://en.wikipedia.org/wiki/Usability[3] Shackel, B., 1986. Ergonomics in design for usability dalam Harrison, M.D., Monk, A.F. (Eds.),People and Computers: Designing for Usability, Proceedings of the 2nd Conference of HumanComputer Interaction Specialist Group British Computer Society. Cambridge University Press,Cambridge.[4] Han, S.H., Yun, M.H., Kwahk, J.Y., Hong, S.W., 2001. Usability of consumer electronic products,International Journal of Industrial Ergonomics, Vol. 28, Issues 3-4, pp. 143-151[5] Shingo, S., 1986. Zero quality control: source inspection and the poka-yoke system. trans. A.P.Dillion. Portland, Oregon: Productivity Press.

Akhir kata kami mengucapkan selamat mengikuti seminar, semoga semua gagasan dan pikiran yang berkembang selama seminar ini, dapat tercatat sebagai sumbangsih yang bermanfaat untuk kejayaan bangsa dan Negara kita. Wabillahi taufiq walhidayah, Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bandung, 1 November 2010 Jurusan Teknik Mesin, FTI .