Analisis Jaringan Pipa Distribusi Air Bersih Perumahan Golden Vienna 1 .

8d ago
1 Views
0 Downloads
661.55 KB
14 Pages
Last View : 1d ago
Last Download : n/a
Upload by : Mollie Blount
Transcription

ANALISIS JARINGAN PIPA DISTRIBUSI AIR BERSIH PERUMAHANGOLDEN VIENNA 1 DAN 2 KOTA TANGERANG SELATANPIPE DISTRIBUTION NETWORK ANALYSIS OF GOLDEN VIENNA1 AND 2, SOUTH TANGERANG11,2Retno Dwi W, 2Budi SantosaFakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas [email protected] ; 2 [email protected] pipa distribusi air eksisting di perumahan Golden Vienna 1 dan 2 dikatakan belumoptimal dikarenakan faktor tekanan dan kecepatan air di dalam pipa yang rendah pada waktutertentu. Serta kebutuhan debit air yang lebih besar dibandingkan suplai yang tersedia.Penelitian ini bertujuan mengetahui kebutuhan air bersih harian pelanggan serta menganalisisjaringan pipa distribusi air bersih di perumahan Golden Vienna 1 dan 2, Kota TangerangSelatan. Analisis jaringan pipa distribusi ini menggunakan perangkat lunak EPANET 2.0. Hasilsimulasi EPANET 2.0 kemudian dibandingkan dengan hasil analisis manual menggunakanperhitungan hidraulika (Hazen-William). Dari hasil penelitian, diketahui kebutuhan debit harianyang harus dipenuhi sebesar 209.547 liter/hari dan total fluktuasi debit sebesar 210.359liter/hari. Sebanyak 15 pipa yang nilai headloss nya tidak memenuhi standar sebesar 10m/km .Sebanyak 2 pipa tekanan airnya tidak sesuai kriteria sebesar 1-5 atm, serta sebanyak 28 pipayang nilai kecepatan aliran airnya tidak sesuai kriteria sebesar 0,3-3 m/s. Rekomendasiperbaikan dari segi manajerial pada jaringan perpipaan distribusi air bersih perumahan GoldenVienna 1 dan 2, yakni melakukan perubahan diameter pipa eksisting sehingga tekanan dankecepatan pada jaringan pipa dapat optimal . Terdapat perbedaan nilai tekanan air yang cukupsignifikan antara hasil simulasi model EPANET dengan hasil analisis manual menggunakanhidraulika (Hazen-Williams) dikarenakan penambahan beberapa item pada EPANET 2.0 yangtidak ada pada jaringan eksisting. Hal ini dilakukan untuk memenuhi kondisi untuk running.Kata kunci: EPANET 2.0, Jaringan Pipa Distribusi, Tekanan Air, Hazen-Williams.AbstractExisting water distribution network in Golden Vienna 1 and 2 are not optimal due to the pressurefactor and low velocity in the pipelines at certain times. This study aims to determine the neededof daily clean water and analyze water distribution network in Golden Vienna 1 and 2, SouthTangerang. Analysis of this distribution network uses EPANET 2.0 and manual calculations usingthe Hazen William formula. From the results of the study, it is known that the daily dischargerequirements is 209,547 liter/day and the total fluctuation of discharge is 210,359 liter/day. Headloss values of 15 pipes do not meet the standard of 10 m/km. 2 pipes pressure do not meet thecriteria of 1-5 atm, and 28 pipes do not meet velocities criteria of 0.3-3 m /s. Based on EPANET2.0 simulation it is known that for 07.00 WIB the highest pressure is 98 m at node 4 and the lowestpressure is -16.30 m at node 42. The highest velocity is 7.15 m /sec on the pipe 1 and the lowestis 5.15 m/sec in pipe 7. As for the lowest hour 02.00 WIB, the highest pressure is 75.56 m and thelowest pressure is 51.50 m. The highest velocity is 6.04 m /sec and the lowest speed is 0.001 m /sec. Recommendations for managerial improvement in the Golden Vienna 1 and 2 by changingthe diameter of the existing pipes.Keywords: EPANET 2.0, Hazen Williams, Water Distribution Network, Water Pressure.84Jurnal Ilmiah Desain dan Konstruksi Vol. 20 No. 1 Juni 2021

PENDAHULUANPenyediaan dan pelayanan air bersihdari waktu ke waktu semakin meningkatseiring dengan pesatnya pertumbuhanpenduduk pada suatu daerah. Hal ini terkadangtidak diimbangi oleh kinerja yang memadai(Hidayat, 2015 dan Nurprabowo, dkk, 2016).Kebutuhan air yang terus meningkat, jika tidakdiimbangi dengan peningkatan kapasitasproduksi air bersih akan menimbulkanmasalah, di mana air bersih yang tersedia tidakakan cukup untuk memenuhi kebutuhanmasyarakat pada wilayah tersebut (Andika,2010). Kinerja sistem penyediaan air bersihpun tidak hanya ditentukan oleh besarnyakapasitas produksi atau pun sumber, namunvolume air tersebut juga harus sampai padasimpul-simpul layanan dengan aliran dantinggi tekanan yang memadai sesuaikebutuhan (Maindoka dkk, 2011, danRamadhan, 2014). Kinerja jaringan yangkurang dalam memenuhi distribusi air dapatdiakibatkan oleh adanya faktor-faktor dalamdesain eksisting sebuah jaringan distribusi airyang tidak begitu optimal dalam menyalurkanair. Kondisi ideal untuk semua node jaringandistribusi air pada pelanggan adalah tidakadanya ketimpangan mengenai aliran air, yangdapat ditunjukkan melalui tekanan pada node.Tekanan di semua node harus memenuhipersyaratan tekanan minimum dan konstan disetiap jamnya. Salah satu kasus nya terjadipada perumahan Golden Vienna 1 dan 2 diBumi Serpong Damai (BSD) Sektor 12.Berdasarkan hasil pencatatan debit air padatiap node, terlihat bahwa ketersediaan air yangada pada tandon milik BSD tidak dapatmemenuhi kebutuhan air pelanggan. Haltersebut diakibatkan oleh parameter headlossdan kecepatan pada saat jam puncakmenunjukkan angka yang belum memenuhikriteria desain yang ditetapkan oleh PeraturanMenteri PU no. 18 Tahun 2007 danDepartemen PU Cipta Karya, 1998. Olehkarena itu tingkat energi relatif pada tiapsimpul pipa menunjukkan perbedaan yangDwi W, Santosa, Analisis Jaringan Pipa https://doi.org/10.35760/dk.2021.v20i1.3410sangat besar. Hal ini menunjukkan bahwa,terdapat permasalahan pada jaringan distribusidi BSD Sektor 12 yang tidak sesuai/melebihidari standarnya, yang akan menyebabkankekurangan air bagi pengguna air bersih padasaat jam puncak. Berbagai permasalahaninilah yang menyebabkan perlu dilakukannyapenelitian lebih lanjut yang bertujuan untukmengetahui besaran kebutuhan debit hariandan pola aliran air pada jaringan pipa distribusiair bersih yang berkerja dalam kurun waktu 24Jam. Sehingga dapat diketahui apakahkapasitas produksi dan jaringan distribusi yangada dapat memenuhi kebutuhan pada tiap titiksambungan rumah. Serta dapat dilakukantindakan perbaikan untuk menghasilkan sistemjaringan dan kebutuhan air yang optimal.Dalam melakukan analisa jaringan perpipaandistribusi air bersih, dibutuhkan perangkatbantuanuntukmempermudahdalammelakukan analisa. Penulis menggunakansoftware EPANET 2.0 dan perhitunganmanual menggunakan rumus hidraulika HazenWilliams.METODOLOGI PENELITIANLokasi Penelitian ilmiah ini berada diperumahan golden vienna 1 dan 2 BumiSerpong Damai (BSD) Sektor 12, TangerangSelatan.Penilitian ini berfokus dalam analisispola kebutuhan air dan sistem jaringandistribusi air yang berada pada lokasi tersebut.Langkah – langkah yang dilakukan padapenelitian ini diawali dengan melakukanpendefinisian masalah, studi literatur untukmenentukan tujuan akhir dari penelitian,dilanjutkan dengan pengumpulan data,pengolahan data, analisis data, sertapengambilan kesimpulan. Semua data yangdikumpulkan berupa data sekunder yangdiperlukan dalam pemodelan jaringandistribusi air bersih di perumahan GoldenVienna 1 dan 2. Data-data tersebut meliputi,data jaringan perpipaan, data pemakaian airoleh pelanggan, data pengukuran meter induk,85

dan data pola pemakaian air. Analisis debit dantekanan dilakukan berdasarkan perhitunganhidraulika dan hasil simulasi menggunakanaplikasi EPANET 2.0.MulaiIdentifikasi MasalahStudi Literatur1.2.3.4.Analisis Kebutuhan AirHarian dan FluktasiPengumpulan DataPeta Jarngan DistribusiDiameter, panjang dan jenis PipaData Jumlah PenggunaData Pemakaian Air WilayahAnalisis Hidrolika Pipadengan Hazen William danEpanet V2.0Verifikasi hasil EPANETdan Pencatatan DataWater MeterAnalisis PenggantianAlternatif Jaringan PipaKesimpulanSelesaiGambar 1. Diagram Alir Metodologi Penelitian86Jurnal Ilmiah Desain dan Konstruksi Vol. 20 No. 1 Juni 2021

HASIL DAN PEMBAHASANAnalisis Kebutuhan Air Hariana) Jumlah PenggunaDalam perhitungan jumlah pengguna,penulis membuat beberapa asumsi yaitumengasumsikan bahwa dalam satu rumahdihuni oleh 5 orang (Juklak - OperasionalTingkat Desa WSLIC-2).Berdasarkan Tabel 1 maka total jumlahasumsi pengguna adalah 1075 dengan totalSR sebanyak 215.b) KebutuhanAirDomestik,NonDomestik dan annondomestik dikarenakan jaringan pipadistribusi diperuntukan untuk perumahanyang tidak memiliki fasilitas sepertisekolahmaupunrumahsakit.Menggunakan persamaan sebagai berikut:Kebutuhan DomestikQd jumlah jiwa rata rata kebutuhan air 1075 jiwa 189 liter/orang/hari 0,00235 m3 /detik atau 2,3547liter/detikKebutuhan SosialQs 3% Qd 6103,2 liter/hariHasil perhitungan Kebutuhan air domestik(Qd) sebesar 203.444 liter/hari, Kebutuhanair non domestik (Qnd) 0 liter/hari.Kebutuhan air sosial (Qs) 6103,2 liter/hari dengan debit maksimum dalam 1 hari(Qmax) sebesar 235112,1 liter/hari.c) Kebutuhan Debit Puncak (Qpeak)Menurut Direktorat Jenderal Cipta KaryaDepartemen Pekerjaan Umum (1994)faktor jam puncak adalah 1,5, nilai C1 1,5di ambil nilai konstanta maksimum untukkemungkinan terburuk pada saat jaringanpipa beroperasi. Faktor fluktuasi kebutuhanair jam puncak dapat dilihat padapersamaan 3 (Rosadi 2011), yaitu :Q𝑝𝑒𝑎𝑘 C1 QrQ𝑝𝑒𝑎𝑘 1,5 213738,3 liter/hari 320607,4 liter/hari 30,00514 m /detik atau 5,14 liter/detiksedangkan faktor harian maksimum adalahsebesar 1,1. Maka kebutuhan debit jampuncak adalah 320.607,4 liter/ hari.d) Fluktuasi Pemakaian AirMenurut perhitungan kebutuhan air yangdilakukan pada Tabel 2 didapatperhitungan fluktuasi kebutuhan air daerahlayanan WTP XII untuk perumahan GoldenVienna 1 dan 2 dapat dilihat pada Gambar2,Tabel 1. Pembagian Area dan Jumlah pelangganJumlah SambunganAsumsi JumlahNo. Wilayah BSD Sektor XII(Rumah Huni)PenggunaCMA Distribusi 3C1Distrik 1XII.3.Golden Vienna 199495C1.A Distrik 1AXII.3.Golden Vienna 2116580TOTAL PENGGUNA2151075Sumber : Hasil Perhitungan Penulis, 2019.Dwi W, Santosa, Analisis Jaringan Pipa https://doi.org/10.35760/dk.2021.v20i1.341087

Tabel 2. Fluktuasi Kebutuhan Air dan Suplai Air dalam 1 HariSuplai airLoadKebutuhanWaktuSelisihm3/jamFactorair m3/jam24.00 - 01.008,910,433,8305,07601.00 - 02.008,910,43,5625,34402.00 - 03.008,910,464,0974,80903.00 - 04.008,910,696,1452,76104.00 - 05.008,910,827,3031,60305.00 - 06.008,911,311,578(2,672)06.00 - 07.008,911,513,359(4,453)07.00 - 08.008,911,4613,003(4,097)08.00 - 09.008,911,3612,112(3,206)09.00 - 10.008,911,1310,064(1,158)10.00 - 11.008,9118,90611.00 - 12.008,911,311,578(2,672)12.00 - 13.008,910,938,2830,62313.00 - 14.008,910,857,5701,33614.00 - 15.008,910,98,0150,89115.00 - 16.008,911,089,618(0,712)16.00 - 17.008,911,3612,112(3,206)17.00 - 18.008,911,513,359(4,453)18.00 - 19.008,911,4412,825(3,919)19.00 -20.008,911,3812,290(3,384)20.00 - 21.008,910,76,2342,67221.00 - 22.008,910,645,7003,20622.00 - 23.008,910,554,8984,00823.00 -24.008,910,443,9194,987Sumber : Hasil Perhitungan Penulis, 2019.Kebutuhan Air (m3/jam)Grafik Fluktuasi Kebutuhan 79 11 13 15 17 19 21 23Waktu (Jam)Gambar 2. Grafik Fluktuasi Kebutuhan Air 24 JamSumber : Hasil Perhitungan Penulis, 2019.Terlihat pada Gambar 2 bahwa suplaikebutuhan air belum dapat mencukupi padapukul 06.00 - 10.00 pagi dan 16.00 – 20.00.88Maka, kapasitas sumber WTP 12 Debit yangada dianggap belum mencukupi karenaJurnal Ilmiah Desain dan Konstruksi Vol. 20 No. 1 Juni 2021

kebutuhan debit/ jam nya lebih besar darisuplai air yang ada.Analisis Hidraulika Sistem JaringanPipaPembebanan jaringan yang dimaksudadalah kebutuhan air (debit) setiap simpullayanan .Analisis ini juga dimaksudkan untukmeninjau dimensi pipa terpasang sehinggadapat diketahui layak tidaknya dimensi pipayang terpasang dalam mendistribusikan airdari resevoir ke perumahan Golden Vienna 1dan 2.a. Debit Aliran Jaringan PipaMenurut Apriadi (2008), air baku untukair bersih adalah air yang harus dapatdigunakan secara terus menerus denganfluktuasi debit yang relatif tetap. Mengambilasusmsi aliran turbulen (Triatmodjo 2003)dapat dihitung menggunakan persamaanberikut :𝜀Q 0,965 𝐷2 𝑎 ln (3,7 𝐷 1,78 𝑣)𝐷 𝑎Q 0,965 0,32 0,050,00015 ln (3,7 0,31,78 0,0000008 )0,3 0,05 0,016 m3 /detBerdasarkan hasil perhitungan bahwatotalkebutuhandebitmenggunakanperhitungan hidraulika pada jaringan pipasebesar 2,041 liter/detik, nilai ini masih lebihkecil dibandingan dengan total kebutuhanharian maksimum yang dihasilkan sebesar2,721 liter/detik. Sedangkan total debitmaksimum jaringan pipa pada jam puncakdengan perhitungan hidraulika sebesar 3,061dengan total perhitungan kebutuhan an debit dapat dilihatpada Gambar 3.b. Kecepatan Aliran Jaringan PipaSetelah debit desain diketahui, diameterpipa diasumsikan sedemikian rupa sehinggakecepatan aliran dalam pipa tetap antara 0,6hingga 3 m/s. Jaringan perpipaan akan lebihmudah dihitung dengan persamaan empirisyang tidak memerlukan tabel maupun diagrammoody untuk menentukan nilai koefisiengeseknya. Persamaan empiris yang palingbanyak digunakan adalah persamaan berikut :𝑄V 𝐴V 0,016 0,51 m/det0,0314Grafik Debit Normal dan Puncak0.60.50.40.30.20.10DEBIT NORMAL (Q)DEBIT PUNCAK (Qpeak)Gambar 3. Grafik Debit Normal dan Debit Puncak pada Tiap PipaSumber : Hasil Perhitungan Penulis, 2019.Dwi W, Santosa, Analisis Jaringan Pipa https://doi.org/10.35760/dk.2021.v20i1.341089

Grafik Nilai Standard Velocity20.0016.00Velocity ValueMin VelocityMax bar 4. Grafik Perbandingan Nilai dan Standard VelocitySumber : Hasil Perhitungan Penulis, 2019.Grafik Nilai Standard Pressure6.005.00Pressure Value4.00Min PressureMax Pressure3.002.001.000.0016 11 16 21 26 31 36 41 46 51 56.Gambar 5. Grafik perbandingan Nilai dan Standard PressureSumber : Hasil Perhitungan Penulis, 2019.Berdasarkan hasil perhitungan penulisdan Gambar 4 diatas, bahwa jaringan pipaeksisting pada perumahan golden vienna 1 dan2 belum maksimal, ditunjukan dengan angkayang ditandai dengan warna merah. Bahwakecepatan aliran pipa masih belum optimaldengan standar kecepatan aliran dalam pipatetap antara 0,3 hingga 3 m/s. Hal inimenunjukan bahwa diameter pipa yang dilaluiair terlalu kecil atau terlalu besar.c.Tekanan Air Jaringan PipaDalam pendistribusian air, untuk dapatmenjangkau seluruh area pelayanan danuntuk memaksimalkan tingkat pelayanan,maka hal wajib yang harus diperhatikan90adalah sisa tekanan air. Sisa tekanan airtersebut paling rendah adalah 5 mka (meterkolom air) atau 0,5 atm (satu atm 10 m) danpaling tinggi adalah 5 atm atau setara dengan50 m (Anonim 2007). Menggunakanpersamaan sebagai berikut :P ρ g HP 1000 9,81 40P 392,400 N/m2 3,87 atm 38,7 mBerdasarkan hasil perhitungan penulis,dapat dikatakan jaringan pipa eksisting padaperumahan golden vienna 1 dan 2 belummaksimal,. Hal ini ditunjukan pada Gambar 3.4 dan 5. Pada Gambar 3 terdapat beberapa nilaivelocity pipa yang jauh dibawah standard(ditunjukan dengan garis hijau pada grafik)Jurnal Ilmiah Desain dan Konstruksi Vol. 20 No. 1 Juni 2021

yaitu sebanyak 28 pipa tidak memenuhistandard velocity sebesar 0,3-3 m/s.Sedangkan untuk nilai pressure sebanyak 2pipa melebih standard 1-5 atm dan padagambar 5 terdapat 15 buah pipa yang tidakmemenuhi standard headloss sebesar 10m/km.d. KehilanganTinggiMayor(MayorHeadloss)Fluida yang mengalir ke dalam pipaakan mengalami tegangan geser dan gradientkecepatan pada seluruh medan karena adanyakekentalan kinematik. Tegangan geser tersebutakan menyebabkan terjadinya kehilangantenaga selama pengaliran (TriatmodjoII,1993:25). Tegangan geser yang terjadi padadinding pipa merupakan penyebab utamamenurunnya garis energi pada suatu aliran(major losses) selain bergantung juga padajenis pipa. Nilai kekasaran pipa berbedamenyesuaikan dengan berikut adalah contohperhitungan kecepatan pipa nomer5menggunakan persamaan berikut :H𝑓 K 𝑄1,85H𝑓 912,62 0,0161,85H𝑓 0,43 m/km 10 m/km (OK)Dikarenakan nilai K (koefisien) belumdiketahui, maka harus dicari terlebih dahuludengan persamaan 810,675 𝐿1,85 𝐷 4,87ℎ𝑤K 𝐶10,675 169,021001,85 0,24,87K 912,62K Dari hasil perhitungan headloss pipadiketahui bahwa beberapa diameter pipa yangterpasang tidak mampu mengalirkan air darireservoir. Hal ini ini dapat dilihat pada Gambar6 dengan mengambil contoh pipa nomor 44.Nilai headloss yang dihasilkan sangat besaryaitu 380 m/km jauh melebihi standarheadloss pipa sebesar 10m/km. Hal inidikarenakan diameter pipa terpasang terlalukecil dibandingkan dengan debit yangmelaluinya dan jarak tempuh air (panjangpipa) sangat besar menyebabkan kehilangantinggi yang besar. Rekomendasi yangdiberikan yaitu perlu dilakukan perbaikandengan memperbesar dimensi pipa.ANALISIS PROGRAM EPANET 2.0Model jaringan akan disimulasikandalam dua tahap untuk memberikan gambaransecara jelas bagaimana simulasi ini bisadigunakan untuk mendeteksi pembebananjaringan pada pemakaian air tertinggi yaitupukul 07.00 WIB dan pemakaian air terendahpada pukul 02.00 WIB.Grafik Standard Headloss Vs Headloss Value400.00350.00300.00Headloss 3641465156Gambar 6. Grafik Perbandingan Nilai dan Standard HeadlossSumber : Hasil Perhitungan Penulis, 2019.Dwi W, Santosa, Analisis Jaringan Pipa https://doi.org/10.35760/dk.2021.v20i1.341091

b. Simulasi EPANET Pukul 07.00 WIBGambar 7. Grafik Pressure pukul 07.00 WIBSumber : Hasil Perhitungan Penulis, 2019.Gambar 8. Grafik Velocity pukul 07.00 WIBSumber : Hasil Perhitungan Penulis, 2019.Pada Gambar 7 hasil simulasi untuk jampuncak pemakaian air terjadi pada pukul 07.00yaitu pressure tertinggi 98 m pada node 4dengan elevasi 40 m dan terendah sebesar 16.30 m pada node 42 dengan elevasi 52 m.Tekanan yang rendah pada node inidisebabkan node ini berjarak jauh dari tankdan pompa. Selain itu, node 42 memilikielevasi yang lebih tinggi dibandingkan bagianhulu jaringan yaitu elevasi 52 m. Nilai negatifpada node ini dikarenakan debit tidak dapatmencapaisimpul-simpulpipakarenaketinggian elevasi yang cukup besar daribagian reservoir ke bagian akhir jaringan92analisis yang menyebabkan terjadi negatif,juga karena headloss yang terlalu besar.Semakin besarnya kehilangan tekanan/headloss, maka sisa tekan (pressure) juga akansemakin kecil. Adapun untuk kecepatantertinggi untuk simulasi jam puncakpemakaian air pada Gambar 8 terdapat padapipa 1 sebesar 7.15 m/detik. kecepatanterendah sebesar 0,001 pada pipa 20.Rendahnya aliran pada pipa ini disebabkankarena pipa terpasang pada topografi yangdatar dan letaknya sendiripun terbagi bagi kedalam jaringan pararel.Jurnal Ilmiah Desain dan Konstruksi Vol. 20 No. 1 Juni 2021

Gambar 9. Tampilan Jaringan Pukul 07.00 WIBSumber : Hasil Perhitungan Penulis, 2019.c. Simulasi EPANET Pukul 02.00 WIBGambar 10. Grafik Pressure pukul 02.00 WIBSumber : Hasil Perhitungan Penulis, 2019.Pada Gambar 9 adalah simulasi jaringan untukpukul 07.00 WIB diketahui aliran airbervariasi antara 0 – 55 LPS, pada jam iniadalah jam-jam saat pemakaian padat.Sedangkan pada junctions, variasi warnamenunjukkan adanya variasi tekanan padamasing-masing junction. Adapun nilai tekanantertinggi untuk jam terendah pemakaian airyang ditunjukkan pada Gambar 10 sebesar75,56 m pada node 4 dengan ketinggianelevasi 40 m. Sementara tekanan terendahuntuk pemakaian air terendah pukul 02.00WIB sebesar 51.50 m pada node 42 denganketinggian elevasi 52 m.Dwi W, Santosa, Analisis Jaringan Pipa https://doi.org/10.35760/dk.2021.v20i1.341093

Gambar 11. Grafik Velocity pukul 02.00 WIBSumber : Hasil Perhitungan Penulis, 2019.Gambar 12. Tampilan Jaringan Pukul 02.00 WIBSumber : Hasil Perhitungan Penulis, 2019.Pada Gambar 11 simulasi untuk pukul02.00 WIB kecepatan tertinggi terdapat padapipa 1 sebesar 6.04 m/detik sedangkankecepatan terendah berada pada pipa 20 dan 24sebesar 0,001 m/detik. Dari Gambar 12diketahui bahwa debit yang mengalir padapipa pada jam 02.00 cenderung rendah. Dapatdiketahui dengan tampilan warna yangcenderung berwarna biru muda yangmengindikasikan kecepatan berada pada range0,01 - 0,10 m/detik.94ANALISIS OPTIMASI JARINGAN PIPAPokok permasalahan jaringan pipadalam sistem penyediaan air bersih diperumahan Golden Vienna 1 dan 2 adalahkehilangan energi akibat gesekan. Berdasarkanhal tersebut maka penulis merekomendasikanpengoptimalan pada jaringan eksisting dengancara mengganti diameter pipa yangmenyebabkan nilai gesekan terlalu tinggi ataurendah.Jurnal Ilmiah Desain dan Konstruksi Vol. 20 No. 1 Juni 2021

Tabel 2. Pergantian Diameter Pipa Eksisting dengan Alternatif PipaDiameter PipaDiameter Pipa(Inch)(Inch)No. PipaNo. PipaEksisting AternatifEksisting ber : Hasil Perhitungan Penulis, 2019.SIMPULANBerdasarkan hasil analisis yang telahdibahas, didapatkan kesimpulan sebagaiberikut :1. Besar kebutuhan debit harian yang harusdipenuhi pada perumahan Golden Vienna 1dan 2 adalah sebesar 209.547,32 liter/hari,dengan total kebutuhan air rerata setelahDwi W, Santosa, Analisis Jaringan Pipa atan 20% sebesar 213.738,3liter/hari dan kebutuhan maksimum dalamsatu hari sebesar 235.112 liter/hari.Sedangkan total kebutuhan air fluktasi(dikalikan load factor) sebesar 210.359,72liter/hari.2. Terdapat beberapa kondisi perpipaansistem jaringan distribusi air pada95

perumahan Golden Vienna 1 dan 2 yangbelum memenuhi standard yaitu 28 pipatidak memenuhi standard velocity sebesar0,3-3 m/s, 2 pipa tidak memenuhi standardhead sebesar 1-5 atm dan 15 buah pipayang tidak memenuhi mayor standardheadloss (Hazen Williams) sebesar 10m/km.3. Dari hasil simulasi EPANET 2.0 diketahuibahwa untuk jam puncak (07.00 WIB)pemakaian air, pressure tertinggi yaitu 98m pada node 4. sedangkan pressureterendah yaitu -16.30 m pada node 42.Kecepatan tertinggi yaitu 7,15 m/detik padapipa 1 dan terendah 5,15 m/detik pada pipa7. Adapun untuk jam terendah pemakaianair (02.00 WIB), pressure tertinggi yaitu75,56 m sedangkan pressure terendah yaitu51,50 m. Kecepatan tertinggi 6,04 m/detikdan kecepatan terendah yaitu 0,001m/detik.4. Alternatif dalam mengatasi permasalahanjaringan pipa yaitu mengganti diameterjaringan pipa yang tidak memenuhi standardengan diameter pipa 2”, 3”, 4”, 6”, 8” 10”dan 14”. Berdasarkan pipa eksisting yangtelah digunakan.DAFTAR PUSTAKAArmanto, Ricki N., dan Hariwiko I. 2016.“AnalisisdanPerencanaanPengembangan Sistem Distribusi AirMinum di PDAM Unit PlosowahyuKabupaten Lamongan”. Fakultas TenikSipil dan Perencanaan, InstitutTeknologi Sepuluh November (ITS).Solo.Fathony, Hendra H. 2012. “Analisis SistemDistribusiAirBersihPDAMKarangayar”. Jurusan Teknik Sipil,Universitas Sebelas Maret, Surakarta.Ibrahim, Mochammad. Aniek M., dan VeryDermawan. 2016. “ Analisa HidrolisPada Komponen Sistem Distribusi AirBersih dengan Waternet dan Watercad96Versi 8 (Studi Kasus KampungDigiouwa, Kampung Mawa danKampung Ikebo, Distrik Kamu,Kabupaten Dogiyai”. Fakultas Teknik,Universitas Brawijaya, Malang.Nugroho, Searphin. Ali Masduki., Bowo D M.Ika M., dan Juli N. 2018. “AnalisaJaringan Perpipaan Distribusi AirBersih Menggunakan EPANET 2.0(Studi Kasus di Kelurahan HarapanBaru, Kota Samarinda)”. JurnalTeknik, vol 39 (1), 2018, 62-66.Universitas Mulawarman, Samarinda.Pardosi,SamuelMangihut.2018.“ Perencanaan Sistem JaringanPerpipaan Distribusi Air Minum diPerumahan Karyawan PTPN IVPabatu”. Fakultas Teknik, UniversitasSumatera Utara. Medan.Purba, Saur M F. Syahrizal., dan Ivan I. 2012.“Analisis Jaringan Sistem Distribusi AirBersih Pada Kecamatan SidikalangKabupaten Dairi”. Jurursan TeknikSipil, Universitas Sumatera Utara,Medan.Radja Udju, Jemri. 2014. “Evaluasi JaringanPerpipaan Distribusi Air Bersih DaerahLayanan Kamelimabu KecamatanKatikutana Selatan Kabupaten SumbaTengah”. Jurusan Teknik Sipil, InstitutTeknologi Nasional, Malang.Rivai, Yuliana. Ali Masduki., dan Bowo D M.2006. “Evaluasi Sistem Distribusi danRencana Peningkatan Pelayanan AirBersiha PDAM Kota Gorontalo”.Jurnal SMARTek vol. 4, No: 2, Mei2006: 126-134.Sudirman, Andri. 2012. “Analisa PipaJaringan Distribusi Air Bersih diKabupatenMarosdenganMenggunakan Software Epanet 2.0”.Jurusan Teknik Sipil, UniversitasHassanudin, Makassar.Susanto, Deki. 2007. “ Analisa Distribusi AirPada Pipa Jaringan Distribusi di SubZone Sondakan PDAM Kota SurakartaJurnal Ilmiah Desain dan Konstruksi Vol. 20 No. 1 Juni 2021

dengan Simultaneous Loop EquationMethod”. Fakultas Teknik, UniversitasSebelas Maret, Surakarta.Wigati, Restu. Andi M., dan Irvan K. 2015.“Studi Analisis Kebutuhan Air BersihPedesaanSistemGravitasiMenggunakan Software Epanet 2.0”.Jurusan Teknik Sipil, Universitas SultanAgeng Tirtayasa, Banten.Dwi W, Santosa, Analisis Jaringan Pipa https://doi.org/10.35760/dk.2021.v20i1.341097

1 [email protected] ; 2 [email protected] Abstrak . The highest velocity is 7.15 m /sec on the pipe 1 and the lowest is 5.15 m/sec in pipe 7. As for the lowest hour 02.00 WIB, the highest pressure is 75.56 m and the lowest pressure is 51.50 m. The highest velocity is 6.04 m /sec and the lowest speed is 0.001 m /